Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
15 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
14 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Coret Joshua dan Sunan, Pertina Tambah 5 Petinju

Coret Joshua dan Sunan, Pertina Tambah 5 Petinju
Foto: Azhari/GoNews.co
Senin, 27 Februari 2017 16:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Usai mencoret petinju Joshua Manullang (berat ringan/81kg) dan Sunan Agung (tebang/52kg) dari pelatnas SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games 2018, PP Pertina kembali merekrut 5 petinju. Kini, terdaftar 10 petinju yang menjalani pemusatan latihan di Sukabumi, Jawa Barat.

"Ya, kita merekrut 5 petinju lagi untuk mengisi skuad pelatnas tinju SEA Games Malaysia 2017," kata pelatih kepala Adi Suandana yang dihubungi GoNews.co melalui telepon selular, Senin (26/2/2017). 

Kelima petinju yang direkrut yakni Simon Makarawe dari Jawa Barat (Bantam/56kg), Farand Papendang dari Sulut (Ringan/60kg), Richard Oscar Laim dari Kaltim (Berat Ringan/81kg) dan Joey Haurisa dari Jawa Barat (Berat/91kg), dan petiniu putri, Viska Bambuta dari Jawa Barat (Ringan/60kg). 

Sedangkan lima petinju yang telah menjalani latihan pelatnas Cornelis Kwangu Langu dari Bali (Bali), Ferdinand Kase dari Jawa Barat (Layang/49kg), Aldoms Suguro dari Jakarta (Terbang/52kg), Saroha Tua Lumban Tobing dari Sumatera Utara (Bulu/64kg), dan Bram Betahubun dari Maluku (Menengah/75kg).

 "Posisi Joshua digantikan Oscar dan Sunan  Agung digantikan Simon Makerawe," ka Adi Suandana. 

Pencoretan Joshua dan Sunan, kata Adi, karena keduanya tidak tahan mengikuti program latihan yang diberikan. "Joshua dan Sunan mundur dari pelatnas karena tidak tahan menjalani program latihan yang cukup berat," katanya. 

"Ya, Joshua mundur dengan alasan cidera kaki sedangkan Sunan pulang ke Maluku untuk melihat orang tuanya sakit dan tidak kembali lagi ke pelatnas. Kabarnya, Sunan juga mengaku tidak tahan mengikuti program latihan yang cukup berat," timpal pelatih tinju  Hermensen Ballo. 

Secara terpisah, Joshua yang dihubungi melalui telepon selular mengaku memang mengundurkan diri. Pasalnya, dia tidak tahan dengan tindakan pelatih kepala Adi Suandana yang terlalu mencampuri urusan pribadinya.

"Kaki sakit dan tidak tahan menjalani program latihan itu hanya alasan saya saja agar bisa keluar dari pelatnas. Terus terang, saya tidak tahan berada di dalam pelatnas karena tindakan pelatih yang terlalu mencampuri urusan pribadi," katanya. 

Meski mundur dari pelatnas, Joshua yang merupakan juara PON Jawa Barat 2016 tidak akan mundur dari dunia tinju amatir. “Saya tidak mundur dari tinju. Saya akan tetap membawa nama Jawa Barat," kata Joshua yang berharap PP Pertina segera mengeluarkan surat resmi pemulangannya dari pelatnas.

 Mundurnya Joshua dan Sunan juga diakui Sekjen PP Pertina Shelly Selowati HS Miranda.  Menurutnya, pelatnas tinju saat ini  sangat berbeda dengan sebelumnya.

"Pelatnas sekarang ditunjang dengan Sport Science, dan latihan fisik ditangani langsung pelatih SC (Strength & Conditioning) dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Jadi, petinju memang merasakan program latihan berat apalagi beberapa petinju belum pernah menjalani latihan yang melibatkan personil Satlak Prima," katanya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww