Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
13 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
12 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Tersangka Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak BNN Adalah Kordinator Penyeludupan Narkoba

Tersangka Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak BNN Adalah Kordinator Penyeludupan Narkoba
Ilustrasi
Rabu, 19 Oktober 2016 17:27 WIB
Penulis: Abyan
MEDAN - Tersangka JUM (49) warga Aceh yang tewas ditembak petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), ternyata koordinator dalam upaya penyelundupan yang berhasil diungkap BNN Pusat.

"Tersangka yang tewas tertembak merupakan koordinator dari keseluruhan. Yang bersangkutan juga membawa dan mendistribukan kepada seluruh pelanggannya," kata Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari, Rabu (19/10/2016) siang di Jalan TB Simatupang, Sunggal, Medan yang merupakan lokasi penangkapan para tersangka.

JUM tewas setelah mendapatkan dua tembakan yang menembus dibagian dadanya. Walaupun sempat dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tak tertolong. JUM menghembuskan nafas terakhirnya sebelum tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim Medan.

Sementara, dari keterangan IRL (33) warga Medan dan ABM (51) warga Aceh, baru kali ini melakukan penyelundupan narkoba. Tersangka, menyimpan barang bukti 100 ribu butir ekstasi, 50 ribu butir hapy five dan 38 Kg sabu tersebut di dalam koper pakaian berwarna abu-abu yang dibawa dengan mobil Toyota Rush hitam bernopol BK 1804 PK.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal berlapis.

"Pasal 112, 114, 123 Undang Undang No 35 Tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. Ditambah juga dengan penyidikan TPPU sesuai dengan UU No 8 tahun 2010," tutup Arman.

wwwwww