Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
11 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
10 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Dewan Padang Tolak Pemerintah Hapus Tunjangan Guru

Dewan Padang Tolak Pemerintah Hapus Tunjangan Guru
Ketua KOmisi IV DPRD Padang, Surya Jufri Bitel
Senin, 26 September 2016 14:00 WIB
Penulis: Agib Noerman

Padang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padang menolak rencana pemerintah yang menghapus Tunjangan Profesi Guru (TPG). Rencana ini dianggap, tidak sesuai dengan visi misi program Nawa Cita, maupun visi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Penghapusan TPG tersebut akan diberlakukan mulai tahun depan.

Penghapusan TPG berdasarkan, surat yang disampaikan No.S-579/PK/2016. Penyampaian informasi kepada daerah, tentang penghentian penyaluran dana tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan tahun anggaran 2016.

“Jika memang TPG akan dihapus ini alamat buruk bagi pemerintah. Kemudian, ini bertolak belakang dengan janji-janji Presiden Joko Widodo. Apalagi berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. Kok bisa TPG dihapus,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Surya Djufri Bitel, Senin (26/9/2016).

Bitel mengkhawatirkan, jika rencana ini direalisasikan, akan mempengaruhi kinerja para pendidik. Bahkan, mempengaruhi kualitas pendidikan Indonesia. Menurut Bitel dengan adanya tunjangan saja masih banyak guru yang mencari penghasilan tambahan. Nah, kata Bitel apa yang terjadi jika TPG dihapus.

Penghapusan TPG,  memberikan masalah tersendiri. “Saya, kurang setuju  tunjangan profesi guru dihapuskan,” tegas anggota Fraksi Demokrat ini.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra berharap rencana ini tidak terealisasi. Sebab, ini jelas akan merugikan para guru.

Wahyu mengatakan penundaan penyaluran dana alokasi umum dinilai merugikan kalangan guru. Namun, harus dilaksanakan. "Penundaan penyaluran DAU merugikan kalangan guru,  karena tunjangan profesi guru juga dihapus," ungkapnya.

Menurutnya,  seharusnya Kementerian Keuangan tidak mengabaikan kewajiban untuk memberikan hak guru mendapatkan tunjangan tersebut, apalagi guru di Kota Padang jumlahnya sangat besar.(agb)

wwwwww