Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
12 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
9 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
14 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Hukum

Kadisdikpora Solok: Hindari Calistung Pada PAUD

Kadisdikpora Solok: Hindari Calistung Pada PAUD
Ilustrasi kegiatan di PAUD
Minggu, 18 September 2016 10:53 WIB
Penulis: Dafrizal

SOLOK - Calistung (baca tulis hitung) tidak diperbolehkan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD). Idealnya pada usia PAUD hanya dikenalkan huruf dan angka tanpa harus dipaksa membaca dan berhitung. Demikian dijelaskan Kadisdikpora Kab.  Solok diwakili  Kabid PNF, Zainal Jusmar,  S. Pd, MM, MSi dalam pertemuan dengan guru PAUD, Penilik dan TFM di Arosuka, Kamis, (15/09). Pertemuan ini dihadiri oleh 78 orang. 

Zainal mengatakan, pada anak usia dini yang notabene berada pada periode emas tumbuh kembang, penting dikenalkan pada keaksaraan. Karena pada periode emas tersebut otak akan paling banyak menyerap apa yang dilihat dan didengar oleh anak.

"Mengenalkan keaksaraan pada anak adalah dengan mengenalkan aksara yang berhubungan dengan dirinya sendiri terlebih dahulu," ujar Zainal. Anak perlu dikenalkan cara menyebut nama sendiri, nama orangtua, saudara dan teman-temannya.

Seharusnya, jelas Zainal, para guru menyampaikan kepada orangtua bahwa anak usia PAUD tidak seharusnya dibebankan membaca dan berhitung. Membaca dan berhitung seharusnya dimulai pada jenjang SD.

PAUD identik dengan stimulasi, dan stimulasi itu identik dengan bermain. Sehingga apa pun kegiatan yang dilakukan dalam PAUD, kontennya haruslah bermain.

"Pembelajaran pendidikan yang diberikan di PAUD seharusnya hanya sebatas menanamkan nilai dasar, konsep dasar dan ketrampilan dasar untuk mempersiapkan anak-anak masuk taman kanak-kanak," ujar Zainal. (***)

Editor:W Leto Tapays
Kategori:Hukum, GoNews Group, Sail
wwwwww