Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
18 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
17 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Cendekia

Pelaku Tewas Ditembak, Pembunuhan Anggota Polisi Meranti Diduga Bermotif Cemburu

Pelaku Tewas Ditembak, Pembunuhan Anggota Polisi Meranti Diduga Bermotif Cemburu
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo
Kamis, 25 Agustus 2016 13:14 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyebutkan, perkelahian antara Brigadir Adil S Tambunan dengan oknum honorer Dispenda Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau berinisial AAP hingga berujung tewasnya polisi diduga bermotif cemburu.

Ini dikatakan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (25/8/2016) siang di ruangannya. "Diduga karena cemburu. Dini hari itu, anggota tersebut (Adil, red) dikabari membawa wanita ke hotel," bebernya. "Kalau hubungan mereka kita belum tahu," lanjutnya.

Mengetahui ini, AAP mendatangi Adil, Kamis dini hari pukul 01.30 WIB, hingga berujung perkelahian di halaman hotel Furama, Selatpanjang. Adil ditikam lima kali di dada, tangan serta terluka di punggung. Sedangkan AAP melarikan diri usai itu.

Sekitar subuh, AAP ditangkap di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau. "Ketika ditangkap, dia bawa badik dan sempat melawan. Tembakan peringatan tidak direspon sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur," tegas Guntur.

"Ditembak di bagian paha dan mata kaki. Dia langsung dilarikan ke RSUD, namun meninggal dunia," tutupnya. Akibat kematian AAP, ribuan warga Kepulauan Meranti pagi tadi sempat mendatangi rumah sakit mempertanyakan keganjilan atas tewasnya si honorer. ***

wwwwww