Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
7 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ada Anggotanya Bermain Pokemon GO, Ketua DPR: Saya Akan Segera Rapat dengan Pimpinan Supaya Game Itu Dilarang

Ada Anggotanya Bermain Pokemon GO, Ketua DPR: Saya Akan Segera Rapat dengan Pimpinan Supaya Game Itu Dilarang
Ketua DPR RI, Ade Komarudin. (istimewa)
Rabu, 20 Juli 2016 21:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, anggota Komisi I, Tantowi Yahya dan Wakil Ketua Komisi VIII, Deding Ishak, mengaku mengunduh aplikasi Pokemon Go. Namun keduanya berkilah, jika mereka mengunduh game tersebut hanya untuk meneliti.

Sementara itu, Ketua DPR RI Ade Komarudin, mengaku belum mengetahui jika ada anggotanya yang mendownload game tersebut.

Meski demikian, Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Akom ini dengan tegas mengatakan, bahwa memainkan game Pokemon Go adalah kegiatan yang tidak berguna dan hanya membuang-buang waktu.

"Saya sampai hari ini belum tahu ada (anggota) yang iseng main. Itu kegiatan iseng yang tidak berguna," tegasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7).

Akom juga menilai, game tersebut hanya membuang waktu yang dikhawatirkan akan mengganggu produktifitas anggotanya, dengan maraknya Pokemon Go ini, Ia pun berencana akan melarang anggota DPR untuk bermain game itu dengan membawanya dalam rapat pimpinan.

"Saya mau rapatkan di pimpinan supaya dilarang. Itu mengganggu produktifitas. Kalau ganggu produktifitas, larang saja," tegasnya. (***)

wwwwww