Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Dua Anak Harimau Sumatera di TMSBK Bukittinggi Dikabarkan Tewas dalam Kondisi yang Mengenaskan

Dua Anak Harimau Sumatera di TMSBK Bukittinggi Dikabarkan Tewas dalam Kondisi yang Mengenaskan
Dua anak Harimau Sumatera saat baru lahir di TMSBK Bukittinggi pada Bulan Februari 2016 silam.
Sabtu, 16 Juli 2016 13:52 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI -Dua ekor anak Harimau Sumatera (Panthera Tigris) berusia sekitar 6 Bulan di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi yang diberi nama Thamrin dan Sarinah dikabarkan tewas.

Kematian dua ekor satwa langka dilindungi yang lahir pada saat bom meledak di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016 silam itu dikabarkan dalam keadaan yang sangat tragis.

Kontan saja, kabar kematian dua satwa langka itu menyebar cepat di berbagai jejaring sosial. Beragam tanggapan pun segera mengalir dari para netizen yang mengetahui kabar mengejutkan tersebut.

Sebelum dikabarkan tewas, dua anak harimau tersebut seakan menjadi ikon bagi TMSBK Bukittinggi. Setiap pengunjung yang hadir ke TMSBK Bukittinggi bahkan bisa berfoto dan bermain bersama kedua anak harimau yang  lahir pada bulan Januari 2016 silam itu.

Ironisnya, menurut informasi yang didapati GoSumbar dari berbagai pihak yang bekerja di TMSBK, dua ekor anak Harimau Sumatera tersebut justru tewas karena dianiaya oleh oknum pekerja di TMSBK Bukittinggi.

Kepala Bidang TMSBK Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Ikbal yang dihubungi para awak media terkesan mengelak memberi keterangan resmi terkait dengan tewasnya dua anak Harimau Sumatera tersebut, Ikbal hanya mengatakan, benar telah terjadi suatu hal dengan kedua harimau tersebut dan saat ini tengah ditangani, tanpa merinci hal apa telah terjadi pada kedua anak Harimau Sumatera tersebut.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar yang dihubungi media juga menyebutkan belum mendapatkan informasi terkait dengan kematian dua satwa langka dari pihak TMSBK Bukittinggi.(**)

wwwwww