Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
23 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
23 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
5
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
6
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Sumbang Kenaikan Inflasi, Gubernur Sumbar Ajak Warga Kurangi Makan Jengkol Saat Bulan Puasa dan Lebaran

Sumbang Kenaikan Inflasi, Gubernur Sumbar Ajak Warga Kurangi Makan Jengkol Saat Bulan Puasa dan Lebaran
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ketika diwawancari wartawan didampingi Kepala BI Sumbar Puji Atmoko.
Selasa, 10 Mei 2016 16:40 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Harga jengkol yang tetap mahal di pasaran dan signifikan menyebabkan terjadinya inflasi di Sumbar, warga diminta konsumsinya dikurangi. Bahkan saat bulan puasa dan jelang lebaran, harga jengkol jelas akan tambah mahal, karena tingginya konsumsi masyarakat.

Hal ini dikatakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, saat berbicara pada acara pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Padang, Selasa (10/5/2016). Tampak dalam acara para kepala daerah, BPS, pelaku ekonomi dan Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko.

Kampanye pengurangan makan jengkol, juga bisa dilakukan melalui tokoh agama, karena makan jengkol hukumnya makruh. Hal yang makruh, kalau ditinggalkan berpahala dan dikerjakan memang tidak berdosa.

"Namun karena kebiasaan, di Sumbar, berapapun mahalnya jengkol juga dibeli, karena tidak enak makan tanpa jengkol," kata gubernur.

Sedangkan berbicara inflasi, gubernur minta seluruh kepala daerah mengantisipasinya dengan selalu melakukan ketersediaan komoditi di pasar, seperti beras, cabai, BBM, telur ayam ras, daging ayam ras.

"Kepala daerah harus mengawasi ketersediaan pasokan berbagai komoditi di pasaran, guna mencegah terjadinya inflasi saat bulan puasa dan lebaran," kata Irwan.

Sedangkan soal naiknya tiket pesawat saat bulan puasa dan lebaran, dan mengakibatkan angka inflasi, gubernur akan menyurati Menhub RI soal tarif atas dan tarif bawa harga tiket. Juga, akan meminta perusahaan penerbangan bisa ditambah jumlah penerbangan alias extra flight saat bulan puasa dan lebaran.

Namun demikian, datangnya bulan puasa dan lebaran harus disyukuri dan disambut denfan baik, apalagi kedatangan para perantau ke kampung.

"Yang jelas perantau yang pulang akan bawa uang dan akan dibelanjakan di kampung. Ini akan menambah peredaran uang di Sumbar. Makanya, ketersediaan komoditi untuk dimakan atau dibeli harus tetap stabil," kata Irwan. (***)

wwwwww