Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
5 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
3
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
5 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
3 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
3 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Tak Ada Realisasi, PT Arara Abadi Dituding Tak Peduli dengan Pembangunan Jalan Lintas Desa di Pangkalan Kuras

Tak Ada Realisasi, PT Arara Abadi Dituding Tak Peduli dengan Pembangunan Jalan Lintas Desa di Pangkalan Kuras
Kondisi jalan lintas desa di Kecamatan Pangkalan Kuras.
Minggu, 17 April 2016 11:15 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Masyarakat satu kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, menagih janji Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan PT Arara Abadi, yang dibuat beberapa waktu lalu.

Dalam kesepakan antara Pemkab dan PT Arara Abadi tersebut berisi tentang sharing budget pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 13 KM yang melintasi satu kelurahan dan tiga desa. Mulai dari Kelurahan Sorek Satu, Desa Batang Kulim, Desa Betung dan Desa Kusuma.

"Kita, masyarakat di satu kelurahan dan tiga desa menagih janji itu. Karena sampai sekarang tak juga terealisasi," terang Ketua Hipmawan Pekanbaru, Abdul Wadut, yang juga warga setempat, kepada GoRiau.com, Minggu (17/4/2016).

Diungkapkan Abdul Wadut, jalan lintas desa sepanjang 13 KM tersebut digunakan untuk melintasnya mobil-mobil operasional milik perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri.

"Padahal jalan lintas desa dengan kondisi pasir berbatu itu digunakan untuk melintasnya mobil operasional PT Arara Abadi, namun sepertinya perusahaan tak peduli" katanya.

Menurut Abdul Wadut, bahkan saking tidak seriusnya perusahaan dengan kondisi jalan tersebut, masih banyak anak sungai yang jembatannya masih tetap menggunakan dari kayu gelondongan tanpa ada perbaikan.

"Perusahaan tidak serius, ini bisa dilihat masih banyak anak sungai yang jembatanya masih tetap menggunakan kayu gelondongan. Seharusnya perusahaan mengganti dengan jembatan yang permanen," ujarnya.

Ditegaskan Abdul Wadut, jika perusahaan tak segera megindahkan tuntutan masyarakat di satu kelurahan dan tiga desa tersebut, maka masyarakat mengancam akan menutup akses jalan tersebut.

"Kalau memang tak diindahkan, maka masyarakat satu kelurahan dan tiga desa akan menutup akses jalan itu," tandasnya.

Bahkan imbuh Abdul Wadut, PT Arara Abdi sudah dua kali mangkir dari panggilan DPRD Pelalawan, untuk menindak lanjuti sharing budget pengaspalan jalan lintas desa tersebut.(***)

wwwwww