Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
11 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kocok Ulang Kabinet Jokowi

Perombakan Kabinet, Pengamat: Jokowi Harus Segera Copot Menteri Yuddy, Rini, Marwan dan Imam Nahrawi

Perombakan Kabinet, Pengamat: Jokowi Harus Segera Copot Menteri Yuddy, Rini, Marwan dan Imam Nahrawi
Ilustrasi Kabinet Jokowi-JK
Rabu, 13 April 2016 14:00 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Meskipun rencana perombakan Kabinet Kerja jilid II belum juga menemukan kejelasan, namun desakan sejumlah kalangan agar Presiden Joko Widodo melakukan kocok ulang terus "bergema". Bahkan nama empat menteri disebut-sebut sudah tak layak berada di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Hal serupa juga diungkapkan Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi. Menurutnya persoalan yang mendasar di Kabinet Jokowi adalah tidak ada keharmonisan serta sering terjadinya miskomunikasi.

"Ini yang menjadi persoalan utama dan terjadi di tubuh kabinet Jokowi -JK, dimana semua terasa tidak singkron. Ibarat alunan orkestra, nada sumbang dan fals kerap dimainkan para menteri, jelas Junaidi, Rabu (13/04/2016) di Jakarta.

Masih menurut Junaidi, Menteri itu adalah orang kepercayaan atau pembantu Presiden yang harus tunduk dengan pimpinan. "Menteri itu sebagai subordinasi Presiden harusnya tunduk dan taat pada Jokowi. Kinerja para menteri pun juga kurang moncer karena tidak fokus dengan tupoksinya," tukasnya.

Menteri-menteri yang layak dicopot menurut Junaidi, yakni Menteri Negara BUMN Rini Soemarno, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Crisnandi, Menteri Desa Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi.

Menurut pengajar di Program S1 dan S2 UI ini, Jokowi harus meninggalkan alasan "balas jasa" dalam mengganti para pembantunya. Justru reputasi Jokowi sangat diuji ketika dia berani mengganti orang yang dianggap berjasa dalam kampanyenya tapi tidak kapabel dalam bekerja.

"Jika temuan Panama Papers tersangkut dengan para pembantunya, Jokowi harus memerintahkan aparatnya untuk mengusut dengan tuntas. Jangan sampai adagium pisau kuat menancap ke bawah tapi lemah menghunjam keatas dalam sisi penegakkan hukum terjadi di era rezim Jokowi - JK," tandas pembimbing disertasi mahasiswa Program S3 di Universitas Padjadjaran ini. ***

wwwwww