Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
4 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Rakor Proyek Strategis Sumbar 2016, Gubernur Sumbar Naik Pitam, Ini penyebabnya

Rakor Proyek Strategis Sumbar 2016, Gubernur Sumbar Naik Pitam, Ini penyebabnya
Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno ketika pimpin Rakor Proyek Strategis Sumbar 2016. (Foto: Calva/GoSumbar)
Kamis, 25 Februari 2016 15:41 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Gubernur Sumbar H. Irwan Prayitno, memarahi pejabat SKPD dan pejabat vertikal pusat yang ada di Sumbar dalam rapat koordinasi Percepatan Proyek Strategis Sumbar 2016, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Padang, Kamis (25/2/2016).

Gubernur menyebutkan, ia bahkan mengancam kepala SKPD dan pejabat vertikal pusat yang ada di Sumbar untuk dipindahkan atau diberhentikan kepada menteri terkait di Jakarta, bila melakukan proyek-proyek pembangunan tanpa adanya koordinasi, apalagi proyeknya mendapat masalah.

"Saya akan surati dan minta Menteri terkait yang merupakan atasan langsung pejabat vertikal yang punya kantor dan melakukan pembangunan di Sumbar," tegas Gubernur Irwan Prayitno.

Ini bukan tanpa alasan, tapi ada aturan yang memperbolehkan gubernur melakukan hal ini. Alasannya, gubernur adalah perpanjangan tangan penerintah pusat di daerah dan sekaligus tangan kanan presiden dalam melaksanakan tugas pemerintahan di daerah.

Juga, sambung Irwan, hal ini dilakukan, agar semua yang melakukan kegiatan proyek pembangunan bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik dengan gubernur. Ia tak ingin terjadi kejadian di 2015 lalu, dimana karena proyek APBN terkendala di Sumbar, ia kena semprot Menteri PU dan Perumahan Rakyat.

Padahal dalam pelaksanaan proyek, sama sekali gubernur tak diberitahu dan itu kemudian terkendala. "Ini namanya mentang-mentang, pekerjaan proyek tak dikoordinasikan dengan gubernur, dan ketika terkendala, gubernur yang dimarahi," kata Irwan Prayitno meninggi.

Rakor ini sendiri diikuti seluruh SKPD Sumbar, instansi vertikal, seperti PT KAI Divre Sumbar, Balai Sungai Wilayah V dan Balai Jalan dan Jembatan. (***)

wwwwww