Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
7 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Penduduk Indonesia Nambah 5 Juta Pertahun, Areal Semakin Sempit, Menkes Ajak Masyarakat Ber-KB

Penduduk Indonesia Nambah 5 Juta Pertahun, Areal Semakin Sempit, Menkes Ajak Masyarakat Ber-KB
ilustrasi
Kamis, 25 Februari 2016 21:43 WIB
Penulis: Syafri Ario
JAKARTA - Pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat dan menjadi faktor yang pendorong munculnya bahaya dan ancaman bagi lingkungan. Pasalnya, setiap tahun terjadi peningkatan 3 hingga 5 juta penduduk, sementara lahan tetap. Akibatnya, warga harus menggarap lahan yang ada untuk kebutuhan.

''Pengolahan lahan untuk berbagai kebutuhan terpaksa dilakukan karena desakan pertambahan penduduk. Areal semakin menyempit, tapi warga membutuhkan. Mau ta mau harus digarap, dan dampak yang lebih besar muncul seperti terjadinya bencana alam dimana-mana karena tidak ada lagi areal penyangga, pelindung dan lain-lain. Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena itu program keluarga berencana harus kembali ditumbuhkan agar alam mampu mengimbangi kebutuhan manusia,'' ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek pada rapat koordinasi nasional penanganan bencana di Hotel Bidakara, Jakarta.

Dikatakan, bahaya yang mengancam bukan hanya bencana alam, tapi juga kesediaan pangan. ''Ini tidak bisa dibiarkan. Jika tidak ''direm''' ini akan menjadi bencana nasional karena dampak tingginya pertambahan penduduk juga akan mengurangi daya tahan alam untuk menyokong,'' ujarnya.

Dijelaskan, kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun merupakan salah satu dampak pertumbuhan penduduk, dimana kebutuhan akan lahan semakin tinggi. Akibatnya, bencana terjadi dimana-mana termasuk kebakaran hutan dan lahan.

''Mari kita menyelesaikan persoalan bencana ini secara mendasar. Kita carikan solusinya, dan satu per satu diselesaikan. Jangan saling menyalahkan,'' ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Balai Kota, GoNews Group
wwwwww