Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
5 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah
Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Berduka

Mengeluhkan Pusing, Perawat Puskesmas Mandiangin Ini Akhirnya Meninggal Dunia

Mengeluhkan Pusing, Perawat Puskesmas Mandiangin Ini Akhirnya Meninggal Dunia
ilustrasi (net).
Kamis, 25 Februari 2016 16:53 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI - Saat mengikuti acara peresmian Desa KB di Panorama Baru, Mandiangin Koto Salayan, seorang perawat pelaksana di unit kerja Puskesmas Mandiangin Plus Kota Bukittinggi bernama Edri Meta, A.Md Kep, (33), mendadak mengeluhkan pusing dan kemudian meninggal dunia saat dibawa ke RSAM Bukittinggi , Kamis 25 Februari 2016 sekitar pukul 10.00 WIB.

Merasa ada yang aneh dengan diri Edri Meta, saat dia mengatakan pusing rekan kerjanya kemudian segera melarikan Edri Meta ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Namun tim medis menyatakan jika nyawa Edri Meta sudah tidak tertolong ketika berada di rumah sakit.

Dari pantauan GoSumbar, puluhan perawat dan rekan kerjanya memenuhi ruangan IGD RSAM Bukittinggi. Sejumlah pejabat, bahkan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, ikut melayat dan melepas jenazah Edri Meta menuju rumah duka di kawasan Simpang Manunggal V Kaum Batusangkar.

Edri Meta meninggalkan seorang suami bernama Romi Aprianto, serta meninggalkan tiga anak, masing-masing bernama Rifa (11 tahun), Miftanul Rizki (7 tahun) dan Osinawa Rometa (5 tahun).

Terkait hal ini, Direktur Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Ermawati mengungkapkan, pasien bernama Edri Meta, yang merupakan salah seorang perawat di Kota Bukittinggi, diduga telah menghembuskan nafas terakhir sebelum tiba di rumah sakit.

Disebutkan juga oleh Ernawati, saat berada di rumah sakit, pasien langsung diperiksa menggunakan alat elektrokardiogram (EKG) yang merupakan alat periksa jantung. Namun hasil pemeriksaan itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan pada diri Edri Meta.

“Ketika kami periksa yang terlihat pada layar EKG, hanya garis datar. Artinya, pasien telah meninggal dunia. Meski demikian, tim medis juga telah berusaha untuk memacu detak jantung pasien, tapi ternyata nyawa pasien memang sudah tidak tertolong lagi,” ungkap Ermawati, Kamis 25 Februari 2016.

Menurut Ermawati, kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti yang membuat pasien meninggal dunia. Namun menurutnya, berkemungkinan pasien mengalami masalah pada jantung.

“Kesimpulan sementara, pasien meninggal dunia karena jantung. Ini baru kemungkinan ya, dan belum pasti, karena saya belum memeriksa data secara detail,” terang Ermawati.

Menerima laporan meninggalnya salah seorang staf Puskesman Mandiangin, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memerintahkan seluruh staff di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi beserta jajaran bertolak dari Bukittinggi mengantar jenazah Edri Meta sampai ke rumah duka di kawasan Simpang Manunggal V Kaum Batusangkar.

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran kesehatan, iringi jenazah ke Batusangkar. Seluruh staff di dinas kesehatan dan jajarannya antar jenazah sampai selesai. Dharma Wanita dan ibu-ibu PKK nantinya juga akan diperintahkan berangkat ke Batusangkar, dan mohon maaf saya tidak bisa mengantar, karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan,” tegas Ramlan Nurmatias saat melepas jenazah Edri Meta di halaman Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Dalam pelepasan itu, Ramlan Nurmatias juga mengingatkan bahwa kejadian ini merupakan pelajaran bagi umat manusia, bahwa kapan ajal itu akan datang, tidak akan pernah diketahui manusia.

“Kondisi almarhumah pada pagi harinya masih dalam kondisi sehat. Beberapa jam setelah itu, ternyata Tuhan menentukan lain. Memang, kalau masalah umur, kita semua tidak ada yang tahu. Mau besok, malam nanti, kita bisa saja mati. Atas nama pemerintah dan pribadi saya mengucapkan sebesar-besarnya belasungkawa, mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapinya,” ulas Ramlan Nurmatias.

Jenazah Edri Meta kemudian dilepas dari RSAM Bukittinggi menuju rumah duka di Batusangkar sekitar pukul 13.15 WIB diiringi oleh belasan mobil dari jajaran Pemkot Bukittinggi. (**)

wwwwww