Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Meta Bersyahadat Setelah Lihat Putranya yang Berkebutuhan Khusus Selalu Bahagia Saat Dengar Azan

Meta Bersyahadat Setelah Lihat Putranya yang Berkebutuhan Khusus Selalu Bahagia Saat Dengar Azan
Ilustrasi mualaf. (okezone)
Selasa, 10 Desember 2019 11:22 WIB
JAKARTA - Allah SWT tidak memberikan hidayah kepada semua orang. Maka sangat beruntunglah orang-orang yang memperoleh karunia hidayah dari Sang Maha Pencipta tersebut.

Salah seorang yang beruntung tersebut adalah Meta (bukan nama sebenarnya). Wanita yang tinggal di kawasan Jakarta Timur itu memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat (menjadi Muslimah) belum lama ini.

Dikutip dari okezone.com, Meta mengaku mendapatkan hidayah karena anaknya, Andi (bukan nama sebenarnya). ''Ini karena anak saya, dia yang membuat saya akhirnya menjadi mualaf,'' katanya, saat ditemui di rumahnya.

Andi adalah anak berkebutuhan khusus sejak kecil dan kini berusia 13 tahun. Segala indera di tubuhnya tidak bisa langsung merespons, khususnya indera pendengarannya.

Namun ketika mendengar suara azan atau lantunan kalimat tauhid lainnya, Andi selalu terlihat bahagia. Sebagai seorang non-Muslim, saat itu Meta heran mengapa hanya suara-suara seperti itu yang direspons anaknya.

''Waktu kecil kalau dengar suara adzan, ia selalu tersenyum. Wajahnya terpancar rasa bahagia karena anak seperti Andi ini kan kepekaannya lebih tajam,'' ujar Meta.

Melihat anaknya selama bertahun-tahun selalu senang ketika mendengar suara azan, Meta pun mulai merasa terpanggil. Ia mulai befikir, apakah sudah saatnya ia harus berpindah keyakinan atau jadi mualaf, sementara seluruh keluarga besarnya tidak ada yang beragama Islam.

''Saya merasa heran dengan tingkah laku anak saya ini. Padahal kalau diajak ngobrol itu harus butuh waktu, kalau dengar suara azan dia mau,'' ucapnya.

Menyikapi hal itu, Meta mulai bertanya-tanya tentang Islam kepada teman-temannya yang Muslim. Berkat jawaban dan pencerahan teman-temanna itu, ia akhirnya, bahkan kemudian sekira pertengahan 2019 ibu ini mengucapkan dua kalimat syahadat dan terus belajar tentang Islam.

Namun keputusannya ini tidak mudah dijalani, sebab hampir seluruh keluarga memusuhinya, terlebih Meta adalah seorang janda karena suaminya sudah lama meninggal dunia. Tapi ia tidak sendiri, teman-teman satu kajiannya terus memberikan dukungan.

''Ya pasti keluarga besar saya tidak setuju, tapi Insya Allah saya tetap istiqamah demi anak saya,'' terang Meta.

Singkat cerita, pada November 2019 lalu anaknya Andi mulai belajar Islam dan di usianya yang sudah terbilang cukup, ia pun menyusul ibunya membaca dua kalimat syahadat. Meski dengan keterbatasan, Andi begitu semangat dan mulai paham apa yang sedang dijalaninya saat ini. ***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww