Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
3 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Begini Perlakuan Penyandera Terhadap 10 WNI Selama di Hutan Filipina

Begini Perlakuan Penyandera Terhadap 10 WNI Selama di Hutan Filipina
Sepuluh WNI korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf setelah dibebaskan.
Senin, 02 Mei 2016 16:28 WIB
JAKARTA - Wendy merupakan koki di kapal Brahma 12. Pada saat penyanderaan terjadi, dia ikut diangkut dan dibawa kelompok Abu Sayyaf. Wendi menuturkan kisahnya selama di penyanderaan.

"Kami dijaga 10 orang bersenjata lengkap," jelas Wendy yang ditemui di Kemlu, Pejambon, Jakarta, Senin (2/5/2016).

Menurut dia, tidak ada perlakuan kasar yang dialami para WNI korban penyanderaan ini. Selama berhari-hari mereka bergerak berpindah-pindah di hutan di kepulauan Sulu, Filipina.

"Nggak ada yang keras. Baik-baik saja semuanya. Mereka makan apa, kami juga makan. Mereka pakai senjata lengkap," urai dia.

Menurut Wendy, kelompok WNI yang disandera ini, awak Brahma 12 sempat dipecah menjadi dua kelompok, namun akhirnya disatukan kembali.

"Kami semua diperlakukan sama. Kami jalan terus setiap hari. Apa yang mereka makan, kami makan. Sama seperti mereka. Kadang-kadang tidur pakai tenda di hutan. Mereka juga sama," jelasnya.

Komunikasi dengan penyandera dilakukan dengan bahasa Filipina terbata-bata. Para WNI ini kemanapun selalu dikawal, termasuk apabila ingin buang air.

Wendy tak tahu bagaimana akhirnya mereka dibebaskan. Wendy sadar sudah bebas saat dia dan rekan-rekannya dijamu makan di rumah Gubernur Sulu Toto Tan.

"Tahunya sudah di gubernur aja kan," imbuh dia. ***

Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww