Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
2
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
3
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Cendekia
3 jam yang lalu
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
4
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
Gelanggang
22 jam yang lalu
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
5
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
Payung Sekaki
1 jam yang lalu
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
6
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Berbahaya, Warga Diimbau Waspada Meski Hujan Mulai Turun

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Berbahaya, Warga Diimbau Waspada Meski Hujan Mulai Turun
Jum'at, 16 Oktober 2026 09:39 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, namun ancaman polusi udara belum sepenuhnya berlalu. Hingga Jumat (16/10/2026) pagi, konsentrasi partikel debu halus di ibu kota Provinsi Riau ini tercatat menurun, meski masih bertengger di level tidak sehat yang rentan mengganggu saluran pernapasan warga.

Berdasarkan data pemantauan pada pukul 07.00 WIB, tingkat polutan PM2.5 berada di angka 68 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini terpantau jauh lebih lega dibandingkan sehari sebelumnya, Kamis (15/10/2026), dimana paparan polusi sempat menyentuh angka 183,2 mikrogram per meter kubik atau berstatus sangat tidak sehat.

Di tengah kepungan udara kotor tersebut, secercah harapan datang dari kondisi atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya potensi hujan yang akan membasahi 11 kabupaten dan kota di Riau, mulai dari siang hingga dini hari.

"Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi, terutama saat memasuki siang dan sore hari di berbagai wilayah seperti Pekanbaru, Dumai, hingga Indragiri Hilir," urai Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati.

Ranti memaparkan, rintik hujan diprediksi sudah menyapa sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan sejak pagi hari. Guyuran air dari langit ini diperkirakan terus berlanjut hingga malam dan menjelang subuh secara bergantian di berbagai daerah, termasuk Kuantan Singingi.

Meski hujan membawa angin segar, BMKG tetap menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Masyarakat yang bermukim di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat yang dapat disertai kilatan petir serta hembusan angin kencang.

Beralih ke pemicu asap, jumlah titik panas di Riau tercatat menyusut tajam. Berdasarkan pantauan sensor satelit hingga Kamis malam pukul 23.00 WIB, hanya tersisa lima titik yang tersebar di Pelalawan, Dumai, dan Siak. Namun, kondisi kontras terjadi di wilayah selatan Sumatera. Total titik panas di Pulau Swarnadwipa membengkak menjadi 4.059 titik, dengan Sumatera Selatan menyumbang angka tertinggi yakni 2.791 titik, disusul Jambi dan Lampung.

Walaupun hujan mulai turun secara sporadis, otoritas cuaca mengingatkan warga untuk tidak lengah terhadap sisa kabut asap yang masih melayang di udara. Suhu udara Riau saat ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 100 persen. Angin dilaporkan berhembus dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam, sementara gelombang perairan tergolong rendah di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

"Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca terbaru. Walaupun konsentrasi PM2.5 Pekanbaru menurun, status udara yang masih tidak sehat menjadi alasan untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah," pungkas Ranti. ***

wwwwww