Pemkot Pekanbaru Evaluasi PDAM Tirta Siak, BPKP Riau Dukung Penuh Rencana Pengambilalihan Manajemen
![]() |
PEKANBARU - Pemkot Pekanbaru terus mendorong optimalisasi tata kelola PDAM Tirta Siak demi meningkatkan kualitas pelayanan air bersih dan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah mengevaluasi skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) bersama pihak swasta. Upaya krusial tersebut dimatangkan melalui pertemuan langsung dengan BPKP Perwakilan Riau di Kantor BPKP Riau, Rabu (14/10/2026).
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin memaparkan perkembangan operasional perusahaan daerah tersebut, khususnya yang berkaitan dengan kontrak PT PP Tirta Madani (PPTM). Langkah evaluasi ini dinilai sangat penting untuk merumuskan arah bisnis dan bentuk pelayanan PDAM di masa mendatang.
"Pada prinsipnya, tadi BPKP sudah mendukung rencana pengambilalihan secara sukarela dari PDAM terhadap PPTM. Langkah yang diambil Pemkot Pekanbaru dinilai sudah tepat," jelasnya usai pertemuan tersebut.
Audit Menyeluruh Sebelum Pengambilalihan
Meski telah mengantongi lampu hijau, Pemkot Pekanbaru tidak serta-merta mengambil keputusan final yang terburu-buru. Pemerintah daerah berencana menggelar kajian mendalam yang mencakup audit komprehensif terhadap kondisi keuangan dan berbagai komponen operasional lainnya.
Pendekatan hati-hati ini dilakukan agar setiap kebijakan transisi tata kelola air bersih memiliki landasan hukum dan finansial yang sangat kuat.
"Kita akan melakukan audit yang menyeluruh dan mendalam, terkait seluruh aspek dan komponen yang berkaitan dengan pengambilalihan sukarela ini," papar pria yang akrab disapa Ami tersebut.
Bidik Kemandirian Layanan Air Bersih
Setelah seluruh rangkaian proses evaluasi dan audit rampung, pemerintah daerah akan segera menetapkan skema manajemen yang baru. Sejumlah opsi tengah digodok secara serius, mulai dari mendorong operasional agar berjalan mandiri hingga membuka peluang kolaborasi dengan mitra swasta lain yang lebih kompetitif.
"Bagaimana PDAM ini bisa mengelola secara mandiri atau bekerja sama dengan pihak swasta lainnya, tetapi sudah bisa berdiri di atas kaki sendiri," tegasnya.
Keterlibatan aktif BPKP Perwakilan Riau diharapkan mampu memberikan panduan dari sisi regulasi, tata kelola, dan mitigasi risiko. Ami turut mengapresiasi sudut pandang menyeluruh dari para ahli yang memahami permasalahan distribusi air dari hulu ke hilir, sehingga arah kebijakan PDAM Tirta Siak ke depan akan jauh lebih terukur dan tepat sasaran. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Balai Kota, Pekanbaru |











