Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
2
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
3
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Cendekia
3 jam yang lalu
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
4
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
Gelanggang
23 jam yang lalu
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
5
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
Payung Sekaki
2 jam yang lalu
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
6
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Sungai Batang Lasi Mengamuk, Empat Warga Cedera Dihantam Banjir Bandang Gunung Talang

Sungai Batang Lasi Mengamuk, Empat Warga Cedera Dihantam Banjir Bandang Gunung Talang
Petugas melakukan pembersihan sisa galodo.
Selasa, 22 September 2026 12:30 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
SOLOK - Kegelapan malam di Arosuka mendadak pecah oleh gemuruh air bercampur lumpur pekat dan bebatuan yang turun dari perbukitan Gunung Talang, Senin (21/9/2026). Banjir bandang atau galodo tak hanya merendam seratusan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas belasan fasilitas di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok.

Bencana ini bermula dari hujan berintensitas tinggi yang tiada henti mengguyur wilayah Solok sejak sore. Limpahan air memicu peningkatan debit Sungai Batang Lasi secara ekstrem. Tebing bukit yang persis berada di belakang Kantor Bupati Solok tak lagi mampu menahan resapan, hingga akhirnya longsor menjebol permukiman warga di Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan meluber menutup badan Jalan Raya Solok-Padang sekitar pukul 19.45 WIB.

Derasnya hantaman material setinggi puluhan sentimeter itu membuat empat warga tak sempat menghindar dan mengalami cedera. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul memastikan para korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis darurat sesaat setelah air bah menyapu kawasan tersebut.

"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," urainya terkait kondisi warga terdampak.

Tiga warga yang kini menjalani observasi di RSUD Arosuka adalah Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45). Adapun korban luka berat yang dirujuk ke Semen Padang Hospital merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Solok bernama Muhammad Nur Zen (56), yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit rujukan akibat mengalami patah tulang dan perdarahan.

Endapan lumpur tebal turut memaksa sedikitnya 50 jiwa dari sembilan kepala keluarga mengevakuasi diri. Untuk menjamin keselamatan dari potensi longsor susulan, para pengungsi telah direlokasi ke tiga posko darurat, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Di kawasan pusat pemerintahan, pemandangan keesokan harinya memperlihatkan kerusakan yang cukup parah. Material longsoran setebal 20 hingga 60 sentimeter merangsek masuk ke dalam 11 gedung instansi. Deretan fasilitas vital seperti Gedung DPRD, Dinas PUPR, DPMN, BKD, Bapelitbang, hingga Dinas Kesehatan terendam pekatnya lumpur. Akses infrastruktur kian lumpuh setelah jembatan utama penghubung Arosuka terputus dan sarana ibadah Masjid Kayu Aro tertimbun puing.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu yang meninjau langsung area terdampak membenarkan besarnya volume air bah yang mendadak menerobos masuk hingga menghanyutkan inventaris ruangan para pegawai.

"Umumnya karena airnya. Peralatan kantor terbawa ke luar," jelasnya melihat ruang kerja yang luluh lantak.

Bukan hanya merusak bangunan, hantaman galodo turut menyapu kendaraan yang terparkir di kawasan kompleks bupati. Tercatat sebanyak 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor ditemukan dalam kondisi saling bertumpuk dan rusak usai terseret pusaran arus.

Merespons kondisi darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat gabungan dari unsur BPBD, Satuan Brimob Polda Sumbar, Kodim 0309, dan kepolisian setempat langsung memblokade area. Dipimpin oleh Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini, tiga unit alat berat yang terdiri atas ekskavator, wheel loader, dan bulldozer dikerahkan untuk membelah tumpukan material yang memutus akses jalan. Penyisiran masih terus dilanjutkan seraya petugas menata ulang kawasan dan mengimbau masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk segera menyingkir apabila curah hujan kembali meninggi. ***

wwwwww