Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
2
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
3
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Cendekia
4 jam yang lalu
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
4
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
Gelanggang
23 jam yang lalu
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
5
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
Payung Sekaki
2 jam yang lalu
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
6
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

KKB Tembaki Pencari Nafkah di Papua, TNI Sebut Hanya Bentuk Intimidasi

KKB Tembaki Pencari Nafkah di Papua, TNI Sebut Hanya Bentuk Intimidasi
Aparat keamanan masih mendalami dan memburu pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)
Senin, 21 September 2026 08:02 WIB

JAKARTA - Masyarakat sipil yang mencari nafkah untuk menggerakkan roda perekonomian di Papua kerap menjadi sasaran kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Rentetan insiden tersebut sering kali dibarengi dengan tuduhan sepihak yang menyebut para korban sebagai intelijen aparat keamanan negara.

Merespons hal tersebut, Kapuspen TNI, Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa klaim yang dilontarkan pihak bersenjata itu sepenuhnya meleset dari fakta di lapangan. Tuduhan itu dinilai murni sebagai taktik usang untuk menyebar ketakutan di tengah penduduk lokal.

"Sering kita melihat kejadian seperti itu. Beberapa kali kejadian, selalu mereka bilang mata-mata TNI, intel TNI," terang Nas di kawasan Monas, Minggu (20/9/2026).

Nas menguraikan bahwa para warga yang selama ini menjadi korban adalah masyarakat biasa tanpa afiliasi militer. Mereka beraktivitas setiap hari murni demi memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus berpartisipasi dalam perputaran ekonomi daerah.

"Padahal jelas-jelas adalah warga masyarakat yang mencari makan atau malah membantu perekonomian kehidupan masyarakat di Papua sendiri," paparnya.

Untuk menjamin keamanan warga dari ancaman tersebut, pengamanan teritorial dipastikan terus berjalan. Nas memastikan tidak ada perombakan kerangka tugas di lapangan, namun eskalasi pergerakan personel ditingkatkan.

"Sementara masih menjalankan pola operasi yang sama, namun dipergencar aja kerjanya, operasi dipergencar," tandasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww