Hadapi Wai Khin Hnin di Final, Aryo: Saatnya Sumaya Menebus Kekalahan dan Rebut Emas
![]() |
| Sumaya. (NOC Indonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
Bagi Sumaya ini pertemuan kedua dengan Wai Khin Hnin yang merupakan juara Grup B tanpa menelan kekalahan. Pada pertemuan pertama, Sumaya harus mengakui keunggulan Wai Khin Hnin dengan skor 0-2.
Di pertandingan final tunggal putri ini, Sumaya punya peluang menebus kekalahannya sekaligus memenuhi ambisi mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“Ini pertemuan kedua Sumaya dengan Wai Khin Hnin. Di pertemuan pertama Sumaya kalah. Jadi, Sumaya saatnya menebus kekalahan sekaligus mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Indonesia,” kata Manajer Timnas Teqball Indonesia, Umar Aryo Junior yang dihubungi Sabtu (19/9/2026).
Aryo optimistis Sumaya bisa memenuhi ambisinya untuk menuntaskan laga final dengan merebut gelar juara. “Saya optimistis Sumaya bisa menang karena pertemuan sebelumnya cukup ramai,” tegasnya.
Bagi Aryo keberhasilan Sumaya ke final sudah mencetak sejarah manis bagi Teqball Indonesia yang sudah memastikan bakal menyumbangkan medali saat pertama kali memperkuat Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Sumaya sudah mencetak sejarah. Karena, dia sudah menggenggam medali perak dengan menembus babak final,” tegasnya.
Bagi Sumaya, laga final bukan sekadar pertandingan perebutan gelar. Ini menjadi kesempatan untuk menuntaskan perjuangan yang dimulai dari fase grup sekaligus membawa nama teqball Indonesia ke panggung tertinggi Asian Games.
Sumaya juga mengaku percaya diri menghadapi pertandingan final. Keyakinan tersebut tumbuh bersama proses latihan yang dijalaninya selama dua tahun terakhir. “Ini sangat berarti bagi saya. Saya terus berlatih dan setiap hari, pagi, sore, malam. Kami datang untuk mencari medali emas," ujar Sumaya.
Timnas Teqball Indonesia bukan hanya berpeluang mempersembahkan medali emas tetapi juga menambah dua medali perunggu. Di nomor tunggal putra, Yoga Ardika Putra akan melawan Z Eiden dari Kuwait dan pasangan Husni Uba/La Ode Mardani M melawan Basel/Al Qattan Abdulwahab juga dari Kuwait. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











