Awali Debut dengan Dua Kemenangan, Yoga Ardika Sempat Rasakan Ketegangan
![]() |
| Yoga Pratama Putra. (NOC Indonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA – Cabang olahraga teqball untuk pertama kali memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Games. Meski baru berkembang, Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (PP POTSI) mampu menyiapkan Timnas Teqball Indonesia yang cukup mumpuni.
Timnas Teqball Indonesia yang dipimoin Umar Aryo Junior telah memulai perjuangan untuk mengukir sejarah dengan meraih medali pertama di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tampil di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Kamis (17/9/2026), atlet teqball andalan Indonesia, Yoga Ardika Putra mengawali debutnya dengan dua kemenangan pada pertandingan babak penyisihan Grup B nomor tunggal putra.
Di pertandingan perdana, Yoga sukses menundukkan wakil Vietnam, Truong Giang Ba dengan skor 2-1 (7-12, 12-11, 12-8). Kemudian Yoga yang berstatus mahasiswa Universitas Negeri Jakarta jurusan Manajemen Olahraga itu tanpa mengalami kesulitan kembali mengalahkan wakil Laos, Alisa dalam dua set dengan skor 2-0 (12-5, 12-6) pada pertandingan kedua.
Dua kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Yoga untuk melanjutkan perjuangan di fase grup sekaligus menjaga asa Teqball Indonesia mencetak sejarah dengan mempersembahkan medali Asian Games pertama.
"Yoga mengawali langkah Timnas Teqball Indonesia dengan baik. Kemenangan ini bukan hanya membuka peluang tetapi juga diharapkan menjadi pemicu motivasi bagi atlet asal Riau, Sumaya yang akan turun di tunggal putri dan pasangan Uba/Laode Ardin," kata Manajer Timnas Teqball Indonesia, Umar Aryo Junior yang dihubungi melalui WhatsApp.

Yoga sendiri menyebut kemenangan yang diraihnya pada penampilan perdana di Asian Games tidak berjalan mudah. Sebagai debutan di multievent terbesar Asia, ia sempat merasakan ketegangan pada awal pertandingan.
Yoga mengatakan kunci untuk mengatasi tekanan adalah tetap fokus pada kemampuan sendiri dan tidak terpengaruh oleh permainan maupun situasi di sekitarnya. “Cukup fokus dengan kemampuan yang kita punya dan percaya diri. Kualitas fokusnya tidak boleh kebawa dengan permainan lain. Kita tetap fokus pada tujuan. Kita sudah latihan capek-capek sebelumnya. Tidak boleh kalah dengan hal-hal tegang seperti ini, jadi harus dialihkan fokusnya,” ujar Yoga.
Atlet 21 tahun itu juga mengingat kembali proses panjang yang telah dijalani bersama tim sebelum tampil di Asian Games. Menurutnya, rasa tegang tidak boleh mengalahkan hasil dari latihan dan persiapan yang telah dilakukan.
Perjuangan Yoga belum selesai. Setelah mengantongi dua kemenangan, ia masih harus menghadapi tiga pertandingan berikutnya di Grup B. Indonesia masih akan berhadapan dengan wakil Korea, Jepang, dan Filipina yang menurut Yoga memiliki kualitas permainan yang baik.
“Kita tahu Korea selanjutnya, Jepang dan Filipina punya permainan yang cukup bagus. Kita pernah menghadapi Filipina sebelumnya, mereka punya permainan yang bagus. Tetap fokus sama permainan sendiri,” kata Yoga.
“Mohon dukungan dan doanya untuk kami, Tim Teqball Indonesia bisa memainkan permainan yang terbaik dan Insya Allah hasilnya juga baik. Semoga bisa menyumbangkan medali pertama teqball buat Indonesia di Asian Games,” tutur Yoga. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











