Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
2
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
3
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Cendekia
4 jam yang lalu
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
4
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
Gelanggang
23 jam yang lalu
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
5
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
Payung Sekaki
3 jam yang lalu
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
6
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Opini

Tinjau Lokasi Gempa NTT Sejak Hari Pertama, Mendagri Kumpulkan Bantuan Daerah

Tinjau Lokasi Gempa NTT Sejak Hari Pertama, Mendagri Kumpulkan Bantuan Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung penanganan pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (17/8/2026).(DOK. Humas Kemendagri)
Senin, 17 Agustus 2026 12:10 WIB

JAKARTA - Sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengatasi dampak bencana tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memerintahkan para gubernur se-Indonesia untuk menggalang bantuan guna meringankan penderitaan para penyintas.

Guncangan dahsyat itu tercatat terjadi, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB. Pemerintah pusat melalui perwakilannya langsung bergerak cepat merapat ke lokasi bencana. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya menegaskan bahwa pimpinannya langsung turun ke lapangan sesaat setelah kejadian.

"Pak Menteri sudah langsung ke sana di hari pertama, mengkoordinasikan langkah-langkah di lapangan, dan juga mengkoordinasikan bantuan-bantuan dari berbagai daerah," paparnya di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Selain memastikan situasi di lokasi, dorongan untuk bersolidaritas juga ditekankan kepada seluruh pimpinan wilayah. "Jadi Pak Menteri mendorong agar seluruh kepala daerah yang memiliki kemampuan untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kita di NTT," sambungnya.

Seruan ini membuahkan hasil dengan mengalirnya berbagai pasokan kebutuhan dari daerah lain. Bima menginformasikan bahwa para gubernur telah mengirimkan wujud bantuan secara konkret. "Alhamdulillah para gubernur memberikan bantuan natura, bahan makanan, peralatan, dan lain-lain," rincinya.

Sementara itu, pencatatan korban dan kerusakan terus direkapitulasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan data pembaruan yang dihimpun pada Minggu (16/8/2026) sore terkait fatalitas kejadian.

"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Opini, Balai Kota
wwwwww