Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
2
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
3
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Cendekia
4 jam yang lalu
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
4
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
Gelanggang
23 jam yang lalu
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
5
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
Payung Sekaki
2 jam yang lalu
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
6
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ketegangan Menguat, China Diduga Ekstrak AI Amerika Serikat

Ketegangan Menguat, China Diduga Ekstrak AI Amerika Serikat
Drone bawah laut HSU100 saat dipamerkan di parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia, di Lapangan Tiananmen, Beijing, 3 September 2025.
Jum'at, 31 Juli 2026 16:06 WIB

JAKARTA - Ketegangan terkait regulasi teknologi antara Amerika Serikat dan China kembali mengemuka setelah periset militer Beijing diduga menggunakan kecerdasan buatan AS untuk keperluan pertahanan. Dokumen penelitian terbaru menunjukkan bahwa entitas keamanan China memanfaatkan output dari OpenAI dan Anthropic untuk mengoptimalkan sistem tempur domestik Jumat (31/7/2026).

Eksplorasi teknologi ini mencakup berbagai spektrum keamanan, mulai dari penyaringan media sosial hingga simulasi armada laut. Manuver tersebut tetap berjalan meskipun AS memberlakukan larangan ekspor cip canggih ke wilayah China.

Aplikasi Militer dan Siber

Dokumen dari Akademi Ilmu Militer China memperlihatkan penggunaan AI taktis untuk pengenalan target. Simulasi ini melibatkan drone, kapal perang, serta kapal selam tanpa awak di perairan. Sementara itu, Universitas North China yang berjejaring dengan industri senjata, terpantau menggunakan Claude 3 Haiku buatan Anthropic untuk menciptakan data pelatihan moderasi konten.

Metode yang digunakan adalah distilasi model, di mana kapabilitas AI raksasa disusutkan ke dalam model lokal. Hal ini memungkinkan sistem berjalan mandiri di jaringan internal tanpa ancaman kebocoran data operasional.

Bantahan Tudingan Pencurian

"Makalah-makalah ini menunjukkan bahwa para peneliti yang terhubung dengan militer China berupaya mentransfer penalaran eksklusif yang mahal dari model-model Barat ke dalam sistem yang lebih kecil," papar Analis Jamestown Foundation, Sunny Cheung.

Pejabat AS menuding entitas China mengekstrak kapabilitas AI Amerika yang dapat melanggar hak kekayaan intelektual. Namun, China menolak tuduhan itu dan berdalih Washington tengah berupaya memonopoli ekosistem digital global.

Perusahaan AI China, Moonshot turut menepis klaim yang menyebut model Kimi K3 mereka diciptakan lewat teknik distilasi. Perusahaan menyatakan pengembangan teknologi tersebut bersumber murni dari riset internal dan inovasi mandiri. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Kuliner
wwwwww