Ketegangan Menguat, China Diduga Ekstrak AI Amerika Serikat
![]() |
| Drone bawah laut HSU100 saat dipamerkan di parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia, di Lapangan Tiananmen, Beijing, 3 September 2025. |
JAKARTA - Ketegangan terkait regulasi teknologi antara Amerika Serikat dan China kembali mengemuka setelah periset militer Beijing diduga menggunakan kecerdasan buatan AS untuk keperluan pertahanan. Dokumen penelitian terbaru menunjukkan bahwa entitas keamanan China memanfaatkan output dari OpenAI dan Anthropic untuk mengoptimalkan sistem tempur domestik Jumat (31/7/2026).
Eksplorasi teknologi ini mencakup berbagai spektrum keamanan, mulai dari penyaringan media sosial hingga simulasi armada laut. Manuver tersebut tetap berjalan meskipun AS memberlakukan larangan ekspor cip canggih ke wilayah China.
Aplikasi Militer dan Siber
Dokumen dari Akademi Ilmu Militer China memperlihatkan penggunaan AI taktis untuk pengenalan target. Simulasi ini melibatkan drone, kapal perang, serta kapal selam tanpa awak di perairan. Sementara itu, Universitas North China yang berjejaring dengan industri senjata, terpantau menggunakan Claude 3 Haiku buatan Anthropic untuk menciptakan data pelatihan moderasi konten.
Metode yang digunakan adalah distilasi model, di mana kapabilitas AI raksasa disusutkan ke dalam model lokal. Hal ini memungkinkan sistem berjalan mandiri di jaringan internal tanpa ancaman kebocoran data operasional.
Bantahan Tudingan Pencurian
"Makalah-makalah ini menunjukkan bahwa para peneliti yang terhubung dengan militer China berupaya mentransfer penalaran eksklusif yang mahal dari model-model Barat ke dalam sistem yang lebih kecil," papar Analis Jamestown Foundation, Sunny Cheung.
Pejabat AS menuding entitas China mengekstrak kapabilitas AI Amerika yang dapat melanggar hak kekayaan intelektual. Namun, China menolak tuduhan itu dan berdalih Washington tengah berupaya memonopoli ekosistem digital global.
Perusahaan AI China, Moonshot turut menepis klaim yang menyebut model Kimi K3 mereka diciptakan lewat teknik distilasi. Perusahaan menyatakan pengembangan teknologi tersebut bersumber murni dari riset internal dan inovasi mandiri. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Kuliner |











