Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Persaingan Ketat, TimnasU 17 Kaledonia Baru Coba Realistis

Persaingan Ketat, TimnasU 17 Kaledonia Baru Coba Realistis
Timnas U 17 Kaledonia Baru saat menjalani latihan. (PSSI)
Kamis, 09 November 2023 19:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tampil untuk kali kedua di Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, Timnas U 17 Kaledonia Baru mencoba realistis menghadapi persaingan ketat di Grup C. Pelatih Leonardo Lopez hanya berharap tim asuhannya mampu menunjukkan permainan sepak bola Kaledonia Baru yang sesungguhnya.

Lopez mengakui bila Kaledonia Baru merupakan tim kecil. Mereka berasal dari sebuah negara kecil di Pasifik dan sepak bola Kaledonia Baru memang tak memiliki 'suara' apa pun di pentas sepak bola dunia.

Saat timnas U17 berhasil lolos ke putaran final, mereka pun siap memberikan yang terbaik. Prinsipnya, para pemain ingin membuat keluarga dan masyarakat sepak bola Kaledonia Baru merasa bangga.

"Jadi kami merupakan tim kecil, dari negara kecil di Pasifik. Kami ingin menaruh semua jiwa, raga, serta keberanian dari permainan sepak bola Kaledonia Baru di Piala Dunia U-17 ini," kata Lopez saat berlatih di Lapangan A Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2023).

"Kami ingin membuat bangga keluarga serta masyarakat Kaledonia Baru. Tentu kami berusaha melakukan yang terbaik," ujar dia lebih lanjut.

Lopez secara tersirat menuturkan Kaledonia Baru U-17 tidak memasang target tinggi di Piala Dunia U-17 2023. Mereka tetap realistis mengingat persaingan di grup juga sangat ketat. Namun mereka juga memaksimalkan untuk menata Piala Dunia 2026.

"Ini kali kedua kami tampil di Piala Dunia U-17. Kami bekerja sama dengan akademi untuk mencari pemain-pemain muda terbaik, dan mencoba tampil dalam Piala Dunia di setiap penyelenggaran. Kami mulai bekerja dengan para pemain muda ini, dan berharap kami bisa tampil lebih bagus untuk kualifikasi menuju 2026," kata Lopez.

Jelang laga melawan Inggris U-17, Sabtu (11/11/2023) di Jakarta International Stadium (JIS), Kaledonia Baru U-17 mencoba mencari gambaran permainan tim-tim kuat.

Mereka pun menjalani latih tanding melawan timnas Burkina Faso U-17 di Stadion Indomilk, Tangerang, Senin (6/11/2023). Hasilnya memang tidak memuaskan karena mereka kalah 0-5. Meski demikian Lopez justru melihat hal itu bagus untuk timnya.

"Ya, kami sempat melakukan latih tanding dengan Burkina Faso U-17. Kami melihat sebuah tim yang kuat, dengan pemain yang bagus. Mereka memiliki teknik individu yang bagus, permainan yang kuat dan sangat pintar," ujarnya.

"Kami berpikir, kami adalah yang terkecil untuk kompetisi ini. Jadi, kami merasa pertandingan itu bagus untuk persiapan kami menghadapi tim-tim yang lebih besar lainnya seperti Inggris yang menjadi lawan pertama kami," tukasnya.

Kaledonia Baru yang bergabung di Grup C bersaing dengan tim unggulan Brasil dan Inggris serta Iran. Ini yang enjadikan mereka realistis menghadapi persaingan. Apalagi, Les Cagous baru dua kali tampil di Piala Dunia U-17. Pada penampilan pertama di Piala Dunia U-17 2017, mereka hanya bertahan di penyisihan grup. ***

wwwwww