Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Ini Kata Polisi soal Demo Mahasiswa dan Korban KSP Batam Ricuh

Ini Kata Polisi soal Demo Mahasiswa dan Korban KSP Batam Ricuh
Aksi demo mahasiswa dan korban KSP di Batam berakhir ricuh. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Senin, 20 Maret 2023 20:18 WIB

BATAM - Demo mahasiswa dan korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Bhakti Batam di Polresta Barelang berakhir ricuh usai dibubarkan polisi. Pembubaran aksi unjuk rasa itu dilakukan karena tidak punya izin.

"Adek-adek mahasiswa melakukan demo tidak memiliki izin dari pada intelkam. Tapi ada surat pemberitahuan yang masuk," kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono, Senin (20/3/2023).

Budi menyebutkan, alasan pembubaran demo itu karena para mahasiswa dan korban KSP melakukan unjuk rasa itu di depan kantor Polresta Barelang. Ia juga menyebutkan kantor polisi merupakan objek vital yang tidak boleh dijadikan tempat aksi unjuk rasa.

"Kenapa kita bubarkan di sini kan Polres kan fasilitas umum yang mana orang dalam hal ini jam operasional mengganggu. Polres bukan tempat demo. Dan Perkara ini sudah kita jelaskan. Makanya kita berhak membubarkan demo ini," jelasnya.

Budi menyebutkan, pada Jumat (17/3/2023) lalu pihaknya telah beraudiensi dengan para mahasiswa dan menjelaskan proses dugaan penggelapan KSP Karya Bhakti. Budi juga menduga demo mahasiswa itu dikhawatirkan ditunggangi kepentingan politik. "Kita bubarkan karena jangan sampai adik-adik mahasiswa terprovokasi oleh kepentingan politik di belakangnya," ujarnya.

Terkait tiga orang mahasiswa yang diamankan polisi, Budi menyebutkan saat ini sedang diperiksa oleh kepolisian. "Itu kita kenakan dugaan pelanggaran KUHP 310 dan 315 di situ jadi kita ambil keterangan untuk 3 orang tersebut," ujarnya.

Budi juga membantah video pemukulan mahasiswa oleh anggota kepolisian saat demo tadi pagi. Ia mengatakan itu upaya pembubaran yang dilakukan kepolisian. "Kita bubarkan. Memang adalah senggol-senggol sedikit. Tidak ada pemukulan," tegangnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww