Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
19 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Yang Kamu Temukan ketika Mencari 'Obat Covid' di 'Chatbot' Whatsapp-Mafindo

Yang Kamu Temukan ketika Mencari Obat Covid di Chatbot Whatsapp-Mafindo
Profil chatbot Whatsapp-Mafindo. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 21 November 2020 17:32 WIB
JAKARTA - Whatsapp meluncurkan versi terbaru chatbot pengecek fakta hasil kerjasama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), guna membantu upaya memerangi hoaks.

Setiap pengguna whatsapp bisa mencari berbagai informasi dengan mengetikkan kata tertentu di kolom chat kepada chatbot. Tentunya, setelah nomor chatbot +62-859-2160-0500 ditambahkan sebagai kontak.

Informasi yang tersedia, sejauh pantauan GoNews.co hingga Sabtu (21/11/2020) merupakan kurasi dari artikel kontra hoaks dari media-media pers arus utama, baik dalam maupun luar negeri.

Pencarian kata kunci 'obat covid' pada Sabtu, menghasilkan 5 buah artikel. Pertama, informasi salah mengenai Ivermectin obat covid-19. Kedua, informasi salah mengenai video 'Obat Covid-19 telah Ditemukan dan Siap Disebarkan ke Seluruh Indonesia'.

Ketiga, informasi salah mengenai konsumsi telur rebus saat tengah malam dapat menangkal covid-19. Keempat, informasi salah mengenai air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam sebagai obat covid-19. Dan kelima, informasi salah mengenai obat Avigan yang dipesan presiden Jokowi adalah obat pembunuh janin.

Mengutip lembar presentasi Badan Lengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang disampaikan dalam rapat dengan DPR RI, Selasa (17/11/2020) lalu, Avigan adalah nama obat produksi dari Fujifilm Toyoma Jepang dengan pemegang EUA/Emergency Use Authorization atau izin penggunaan daruratnya adalah PT Beta Pharmacon. Obat ini masuk jenis Pavipiravir yang dizinkan penggunaannya oleh BPOM sebagai obat Covid-19.

Dari 5 artikel hasil pencarian kata kunci 'obat covid' itu, tak muncul nama obat Oseltamivir. Oseltamivir adalah salah satu obat yang digunakan di Thailand untuk mengobati pasien corona. Ini diketahui dari salah satu artikel di chatbot mengenai informasi salah tentang Thailand berhasil sembuhkan pasien virus corona dengan ganja.

Dalam artikel ini tertulis; "Berdasarkan berita-berita tersebut (sebelumnya disebut beberapa judul pemberitaan dalam dan luar negeri, red) para dokter di Thailand berupaya mengobati salah satu pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir. Menurut dokter, 48 jam setelah diberi obat-obat itu, pasien tersebut dinyatakan negatif dari virus Corona,".

Artikel di chatbot itu menjelaskan tidak ada kandungan ganja dalam kandungan obat-obat yang digunakan itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww