Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Marak Fenomena 'Mendadak Minang' di Pilkada Riau, Alaiddin Koto: Orang Minang Melihat Tokoh dan Takah

Marak Fenomena Mendadak Minang di Pilkada Riau, Alaiddin Koto: Orang Minang Melihat Tokoh dan Takah
Prof Dr Alaiddin Koto.
Kamis, 24 September 2020 15:32 WIB
Penulis: Hasbullah Tanjung

PEKANBARU - Pagelaran Pilkada Serentak di Riau membuat  calon berlomba-lomba meraih simpati, termasuk mencari simpati di kalangan tokoh pemuka adat yang di Riau, tak terkecuali kalangan suku Minangkabau.

Saat ini, sejumlah Paslon mulai menampakkan 'keminangan'-nya, ada yang memperkenalkan diri sebagai 'urang sumando', menelusuri jejak leluhurnya, hingga diberi gelar kehormatan di paguyuban Minangkabau.

Menanggapi hal ini, sesepuh Minangkabau di Riau, Prof Dr Alaiddin Koto menegaskan orang Minang adalah orang-orang yang memiliki kemampuan intelektual tinggi sehingga fenomena 'mendadak minang' ini tidak akan berpengaruh.

Dikatakan Guru Besar UIN Suska ini, orang Minang dalam menentukan pilihannya pasti melihat dua faktor, yakni tokoh dan takah. Tokoh, jelas Alaiddin, dalam artian orang tersebut memang sehari-harinya dari kepribadiannya, perilakunya dan pemikirannya memang pantas ditokohkan.

"Jadi, sosok inilah yang pantas disebut sebagai tokoh, dan bukan 'mendadak tokoh' pula," kata Alaiddin kepada GoRiau.com, Kamis (24/9/2020).

Kemudian dari sisi takah, diungkapkan Alaiddin, artinya sosok tersebut secara fisik layak dijadikan pemimpin. Mulai dari kesehatan badannya dan ilmu yang dia miliki. Dan orang tersebut juga sudah 'harus selesai dengan dirinya'.

"Orang Minang tidak melihat siapa orang dan sukunya saja, tapi juga integritas. Jadi menurut saya, orang minang tak akan terpengaruh itu (mendadak Minang)" tegasnya.

Sistem kepemimpinan di Minangkabau, sambungnya, tidak me-raja-kan kepada orang, melainkan pada kebenaran. Sesuai dengan falsafah 'kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka panghulu, panghulu barajo ka mufakaik, mufakaik barajo ka nan bana, nan bana badiri sandirinyo'.

"Orang yang mau dipilih ini benar atau tidak? Mengendepankan kebersamaan atau tidak? Bagi orang Minang, misalnya mamaknya mau jadi calon, kalau bagi dia tidak pantas, dia akan pilih yang lain yang lebih pantas. Makanya mendadak Minang ini tak akan berpengaruh," tutupnya.***

Kategori:Parlemen
wwwwww