Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
23 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
23 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Gambar: Ist. via Kompas.com)
Selasa, 01 September 2020 12:20 WIB

JAKARTA – Legislator fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga Wakil Ketua Komisi IX, Sri Rahayu menyatakan, komisinya mendesak upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin.

"Komisi IX mendesak Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk menyusun grand design riset dan inovasi pengembangan kemandirian, obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri secara terencana dan terukur," kata Sri dalam rapat dengan pemerintah, Senin, kemarin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Kata Warga soal Vaksinasi

Baca Juga: Cecar Pemerintah soal Vaksin, Saleh: Ini Masalah Harkat dan Martabat Bangsa

Baca Juga: Segini Anggaran yang dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin

"Khusus terkait vaksin, grand design harus diserahkan kepada Komisi IX DPR RI paling lambat Rabu (2/9/2020)," kata Sri.

Mengutip parlementaria, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio dalam kesempatan yang lalu menyatakan, "Februari atau Maret 2021 kami sudah bisa memberikan sheet vaksinnya kepada Bio Farma. Untuk proses selanjutnya termasuk uji klinis I, II, III,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww