Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pangdam Jaya Akui Penyerang Mapolsek Ciracas Prajurit TNI, Ini Penyebabnya

Pangdam Jaya Akui Penyerang Mapolsek Ciracas Prajurit TNI, Ini Penyebabnya
Salah satu mobil di Mapolsek Ciracas yang dirusak massa Sabtu (29/8) dini hari. (viva.co.id)
Sabtu, 29 Agustus 2020 20:19 WIB

JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengakui pelaku penyerangan terhadap Mapolsek Ciracas dan Mapolsek Pasar Rebo, Sabtu (29/8/2020) dini hari, adalah oknum prajurit TNI.

Dikutip dari Viva.co.id, Dudung menjelaskan, aksi penyerangan oleh sekitar 100 prajurit TNI itu dipicu isu pengeroyokan terhadap salah seorang prajurit TNI, Prada MI, di Arundina, Cibubur, Jakarta Timur.

Dikatakannya, Prada MI mengaku kepada rekan-rekan seangkatannya di Tamtama, bahwa dirinya dikeroyok sekelompok orang. Padahal, dari hasil visum, keterangan saksi, dan rekaman CCTV, Prada MI adalah korban kecelakaan tunggal, bukan pengeroyokan.

''Setelah kami dapat hp (handphone) yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan di grup angkatan 2017 Tamtama, bahwa dirinya dikeroyok. Versi lain, yang bersangkutan lapor ke komandannya itu menyampaikan kecelakaan tunggal,'' ujar Dudung dalam Kabar Petang tvOne, Sabtu (29/8/2020).

Setelah dilakukan pengusutan, merujuk pada rekaman CCTV dan nomor polisi sepeda motor, diketahui oknum TNI yang melakukan perusakan.

''Dari informasi masyarakat dapat kami simpulkan oknum TNI yang melakukan perusakan. Ini dari beberapa hasil penyelidikan seperti dari nomor motor,'' tutur Dudung.

Dia menambahkan, para prajurit itu menerima informasi salah dari Prada MI, karena ada isu pengeroyokan. Karena informasi itu, rekan-rekan Prada MI terpanggil jiwa korsa yang tak terkendali.

Terkait itu, beberapa oknum TNI saat ini sudah diamankan POM TNI untuk dilakukan pemeriksaan. Demikian juga Prada MI yang sudah mengakui jujur kalau lukanya akibat kecelakaan tunggal.

''Sudah kami cek langsung, cek visum ke rumah sakit, kemudian cek CCTV, yang bersangkutan bicara jujur menyampaikan kecelakaan tunggal. Yang bersangkutan saat ini juga sudah dicek,'' sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, menjadi sasaran penyerangan oleh orang tidak dikenal pada Sabtu dini hari tadi. Kurang lebih 100 orang melakukan penyerangan dan merusak sejumlah fasilitas Mapolsek.

Massa merusak dan membakar empat kendaraan di Polsek Ciracas. Salah satunya adalah kendaraan operasional milik Wakapolsek Ciracas.

Selain itu, sarana lain seperti kaca bangunan dirusak kelompok itu. Ternyata Polsek Pasar Rebo juga jadi sasaran amuk kelompok tersebut.*** 

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww