Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Bahas Kerugian Pertamina, DPR Segera Panggil Ahok

Bahas Kerugian Pertamina, DPR Segera Panggil Ahok
Kamis, 27 Agustus 2020 10:49 WIB

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berencana memanggil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan jajaran direksi untuk membahas Rp 11 triliun selama semester pertama tahun 2020 pekan depan.

"Kami minta penjelasan bagaimana mereka mengantisipasi kinerjanya, termasuk apa saja yang menjadi daya dukung dan daya dorong agar kinerjanya pulih," ujar Wakil Komisi VII DPR Eddy Soeparno, Rabu (26/8/2020) kemarin.

Menurutnya, kerugian Pertamina tak terlepas dari dampak virus pandemi Covid-19 mempengaruhi konsumsi bahan bakar masyarakat seiring dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, saat ini aktivitas masyarakat kembali normal seiring dengan adaptasi tatanan kehidupan baru ditengah pandemi. "Ada normalisasi tapi tidak pada tahap normal pra-Covid. Jadi memang kalau ada rebound, kembali lagi, kami belum sempat bertanya lagi dengan Pertamina," ucapnya.

Saat ini, menurut Eddy, sebagian masyarakat sudah berani beraktivitas meski tak berarti semuanya berani beraktivitas secara normal. Banyak orang, masih takut melakukan aktivitas normal kembali meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Pertamina (tidak diaudit) per 30 Juni 2020, terlihat perusahaan merugi USD 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.

Meski tercatat kerugian, Pertamina mencatat laba operasi Juni 2020 sebesar USD 443 juta dan EBITDA sebesar USD 2,61 miliar. Hal tersebut, menurut VP Komunikasi Perusahaan Pertamina Fajriyah Usman , menunjukkan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan baik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww