Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Cendekia

Cerita Mahasiswi Cantik Ngaku Selalu 'Dibooking' Kades Setiap Dana Desa Cair

Cerita Mahasiswi Cantik Ngaku Selalu Dibooking Kades Setiap Dana Desa Cair
Ilustrasi. (Net)
Rabu, 26 Agustus 2020 15:29 WIB
MAKASSAR - Praktik prostitusi memang tidak pernah ada hentinya. Banyak saja cara pelaku agar bisa melancarkan praktik prostitusi tanpa diketahui pihak berwajib.

Belum lama ini, seorang mahasiswi dikabarkan menjajakan diri sebagai perempuan booking-an melalui aplikasi online. Tak tanggung-tanggung, perempuan itu bahkan selalu di-booking oleh kepala desa (Kades). Menurut kabar, Kades tersebut memesan perempuan itu setiap menerima pencairan dana desa dari pemerintah pusat.

Melalui aplikasi MiChat, mahasiswa berinisial RH itu menjajakan diri sebagai pekerja seks komersial (PSK). Wanita berusia 20 tahun itu merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar.

Selama menjalani profesi sebagai perempuan booking-an, RH mengaku memiliki pelanggan tetap dari oknum pejabat daerah. Ia selalu memanggil pria tersebut dengan sebutan ‘Pakde’. "Pakde (kepala desa) kadang sekali datang dalam enam bulan. Kalau datang kadang kita di-booking tiga hari, sehabis pencairan gaji (dana desa)," ujar RH, seperti dilansir dari antvklik.com.

Tak hanya satu orang kepala desa, menurut pengakuan mahasiswa semester lima itu pelanggannya berasal dari beberapa kabupaten. Namun, mahasiswa itu enggan untuk menyebut nama pelaku dan daerahnya. "Ada beberapa, kebanyakan dari kabupaten dan desa. Nggak usah saya sebutkan alamatnya," ujarnya.

Lantaran masih masa pandemi, RH mengaku kini sepi pelanggan. Ditambah lagi karena adanya larangan melakukan perjalanan lintas daerah, menyebabkan ia kesulitan untuk menemui pelanggannya yang berada di luar daerah. "Ada juga yang nekat datang, tapi hanya satu atau dua orang," jelasnya.

Seperti yang diketahui, selama masa pandemi pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Meski begitu, praktik prostitusi tampaknya tetap terus berjalan di beberapa tempat.

Belum lama ini saja, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP berhasil mengamankan pekerja seks komersial (PSK) di Kampung Ciareuy, RT 14 RW 05, Desa Sidangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam aksi tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan PSK dan dua lekaki hidung belang. Mereka digerebek petugas di sebuah warung remang-remang pada Selasa (11/8/2020), seperti dilansir dari Pos Kupang, Kamis (13/8/2020).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww