Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
24 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
24 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
5
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
6
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Palestina 'Hilang' dari Peta Daring Google dan Apple, HNW Minta Indonesia 'Bertindak'

Palestina Hilang dari Peta Daring Google dan Apple, HNW Minta Indonesia Bertindak
Foto: (Dok. Ist.)
Selasa, 21 Juli 2020 12:45 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) berpandangan, penting bagi Pemerintah Indonesia untuk segera membantu Palestina dengan mengoreksi blundernya Google dan Apple yang telah menghapus Palestina dan menggantikannya dengan Israel.

Peta daring Google dan Apple harus dikembalikan ke fakta sebenarnya, yaitu peta yang tetap menyebutkan nama negara Palestina.

"Indonesia bisa mengajak negara-negara OKI, juga anggota SU PBB. Bhkan sebagai anggota (tak tetap) DK PBB, Indonesia bisa memprakarsai langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengembalikan nama Palestina sebagai Negara berdaulat dan meyakinkan Google dan Apple untuk menyebutkan kembali nama Palestina," kata hidayat kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Menurut Hidayat, hal itu juga sebagai langkah-langkah kongkret untuk secara bertahap menghadirkan perdamaian di kawasan, dan pengakuan penuh atas eksistensi Palestina sebagai Negara Merdeka dan Berdaulat, yang keberadaannya pasti terpaterikan pada realita nama di peta dunia baik yang daring maupun non daring.

"Yang dilakukan oleh Google dan Apple bila tak segera dikoreksi, akan melanggengkan penjajahan israel, dan menjauhkan hadirnya negara Palestina yang merdeka. Itu artinya juga melanggengkan ketidak damaian dan terorisme di sana. Suatu hal yang bertentangan dengan resolusi-resolusi PBB dan konvensi-konvensi internasional lainnya," kata Hidayat.

Untuk diketahui, Google dan Apple telah menghapus dan atau tidak mencantumkan Palestina dalam penamaan negara di peta daring yang mereka buat. Yang ditampilkan dalam peta Google dan Apple adalah sebutan/nama Israel, bahkan di kawasan-kawasan yang diakui PBB dan organisasi-organisasi internasional yang lain bahwa kawasan itu adalah di bawah teritorial negara Palestina.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah, Balai Kota, Parlemen, Kuliner, GoNews Group
wwwwww