Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
19 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Untuk Pertama Kalinya Nusantara Mengaji Gelar MKK Virtual dengan Tafsir Bahasa Daerah

Untuk Pertama Kalinya Nusantara Mengaji Gelar MKK Virtual dengan Tafsir Bahasa Daerah
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (Dok. MPR)
Selasa, 23 Juni 2020 17:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Nusantara Mengaji kembali bikin hajatan besar guna mencetak generasi pecinta dan penghafal Alquran di Indonesia.

Namun kali ini, agenda Nusantara Mengaji mengadakan kegiatan Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Di mana saat Pandemi Covid-19 masih melanda Tanah Air, kegiatan lomba Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) dilaksankan dengan metode virtual.

Demikian diungkapkan Koordiantor Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid, Senin (22/6/2020) malam.

"Acara ini mencetak sejarah baru bagi kami. Selain dilakukan virtual, peserta diwajibkan membaca Ayat, mengartikan dan menjelaskanya dengan memakai bahasa Ibu," ujarnya.

Bahasa Ibu yang Ia maksud adalah bahasa warisan atau bahasa daerah masing-masing asal peserta. "Jika sebelumnya menggunakan bahasa Indonesia, MKK kali ini wajib menggunakan bahasa daerah," tandasnya.

Alasanya kata Gus Jazil, sapaan akrabnya. Karena Nusantara ini kaya akan ragam bahasa, dan Alquran katanya lagi, juga bisa dijelaskan dengan bahasa daerah seperti Sunda, Madura, Jawa, Bugis, Batak, Melayu dan daerah lainnya.

"Kita perlu menjaga kelestarian bahasa yang ada di Indonesia. Dengan menjelaskan isi Alquran menggunakan bahasa daerah, masyarakat setempat juga bakal lebih paham dan mudah untuk menyerapnya," katanya.

Kegiatan MKK itu kata Wakil Ketua MPR RI ini, saat ini sudah diikuti 785 yang sudah mendaftar dari seantero Nusantara.

"Dan kurang lebih ada 50 peserta yang sudah tampil dalam bahasa daerah yang berbeda, dari aceh, palembang, Jawa, Jawa Ngapak, Sunda, Madura, Kalimantan, Bugis dan Kaili. Kebanyakan peserta masih dari daerah jawa," urainya.

"Saya berharap Alquran akan lebih dicintai oleh segenap suku di Negara kita. Saya pun berharap Alquran bisa menjadi daya perekat kebhinekaan Nusantara, jadikan sarana pemersatu, bukan jadi alat adu domba. Jika kita cinta Alquran maka kita akan cinta Indonesia Nusantara," paparnya.***

wwwwww