Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
18 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pandemi jadi Titik Balik Integrasi Data Sosial, Legislator Siap Kaji Payung Hukum

Pandemi jadi Titik Balik Integrasi Data Sosial, Legislator Siap Kaji Payung Hukum
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina. (Foto: Ist. via Gesuri)
Selasa, 23 Juni 2020 19:14 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menilai, perlu ada intervensi dan sinergi bersama para pemangku kepentingan guna mencapai data sosial yang prudent.

"Kementerian Sosial punya instrumen untuk mendata lewat DTKS. Kementerian lain juga ada data lewat instrumen masing-masing. Seharusnya sinergi aja, jangan ada ego sektoral," kata Selly kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Pernyata Selly, menyusul mengemukanya kendala teknis dan non teknis soal data sosial. Berbagai kendala itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT, dan Deputi Kelembagaan Kemenpan RB, pada Senin (22/6/2020) kemarin.

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan negara mendukung daya hidup masyarakat, diharap Selly menjadi titik balik integrasi data agar ada data yang jelas, terpercaya, up to date.

"Pemerintah lakukan fungsi sinergi ini dengan baik dong. Data sosial kemiskinan gini kan bukan deretan angka, ini itu data hidup matinya rakyat. Jangan memunggungi realita lapangan. Kalau datanya saja masih bermasalah, ya turunan programnya juga pasti jadi masalah. Jangan pelihara terus lingkaran kesalahan kaya begini," tegas Selly.

Untuk itu, Politisi PDIP ini melanjutkan, pihaknya terbuka untuk mengkaji ulang payung hukum terkait pengelolaan data sosial. "Urusan hajat hidup rakyat ini harus jelas, cepat, dan tuntas. Ini tidak sepele lho, karena rentan jadi masalah di masyarakat,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, GoNews Group
wwwwww