Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Diserang Milisi, Tentara Indonesia Gugur di Kongo

Diserang Milisi, Tentara Indonesia Gugur di Kongo
Tentara Indonesia bercengkrama dengan anak-anak Kongo. (inews.id)
Selasa, 23 Juni 2020 21:02 WIB
BENI - Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai personel pasukan perdamaian di Kongo, gugur setelah diserang pasukan milisi, Senin (22/6/2020) malam waktu setempat.

Dikutip dari Inews.id yang melansir AFP, Selasa (23/6/2020) malam WIB, serangan mematikan tersebut diarahkan kepada patroli pasukan perdamaian PBB sekitar 20 kilometer dari kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo.

Saat penyerangan, pasukan perdamaian PBB diketahui tengah terlibat dalam proyek pembangunan sebuah jembatan di wilayah Hululu.

Tentara Indonesia yang gugur akibat serangan tersebut diketahui dari atribut yang dikenakan. Akan tetapi belum diketahui dengan pasti identitas tentara Indonesia yang meninggal dunia maupun luka-luka akibat serangan tersebut.

''Helm biru (tentara Indonesia) tewas dan yang terluka,'' kata seorang petugas komunikasi pasukan penjaga perdamaian MONUSCO.

Kepala Pasukan Perdamaian MONUSCO, Leila Zerrougui, mengutuk serangan mematikan tersebut. Dia menduga milisi ADF--kelompok bersenjata terkenal di timur Republik Demokratik Kongo--sebagai pihak bertanggung jawab.

ADF merupakan milisi beranggotakan Muslim yang mayoritas berasal dari Uganda. Milisi ini terbentuk pada 1990 sebagai bentuk perlawanan kepada Presiden Yoweri Museveni. Pada 1995, milisi ADF memindahkan basis operasi mereka ke Kongo.

Dari data PBB, ADF bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 500 orang di Uganda dan Kongo. Pada 2017, milisi bersenjata tersebut melakukan penyerangan pada tentara PBB di dekat basis pertahanan mereka di Uganda yang menewaskan 15 tentara, serta tujuh tentara perdamaian juga tewas dalam serangan serupa pada Desember 2018.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Warga Bertuah, Kuliner
wwwwww