Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
22 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
22 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Cendekia

Rano Ungkap Anggapan Indonesia Tempat Persembuyian Penjahat

Rano Ungkap Anggapan Indonesia Tempat Persembuyian Penjahat
Anggota Komisi III DPR RI, Rano Al Fath. (Foto: Ist.)
Senin, 22 Juni 2020 17:28 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Rano Al Fath mengungkapkan, "sering ada pelaku kejahatan dari luar melihat indonesia menjadi tempat persembuyian,". Ia mempertanyakan pengawasan pemerintah.

Penyataan Rano, menyusul terungkapnya tempat persembuyian buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin di bilangan Kebayoran, Jakarta, Indonesia.

"Persoalan boron FBI yang lolos ke Indonesia, buron FBI ini melakukan penipuan Rp 10 triliun, ternyata bisa lolos ke Indonesia," kata Rano dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Masih soal pengawasan orang asing, Rano menambahkan, saat ini masih sering sekali tenaga kerja asing masuk Indonesia tanpa melalu prosedur yang tepat. Masalah ini kembali lagi ke Dirjen Imigrasi, terlebih lagi orang asing tersebut dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi masih banyak persoalan yang seolah-olah, kalau masuk ke Indonesia lebih mudah. Tenaga kerja asing di dapil saya, kebetulan ada dua tenaga kerja asing yang dinyatakan positif Corona," ungkap Politisi PKB itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Cendekia
wwwwww