Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
22 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Hasil Penelitian, Virus Corona Berkembang 10 Kali Lipat dalam 3 Hari dan Bisa Menginfeksi Otak

Hasil Penelitian, Virus Corona Berkembang 10 Kali Lipat dalam 3 Hari dan Bisa Menginfeksi Otak
Ilustrasi virus corona menempel pada sel manusia. (int)
Selasa, 16 Juni 2020 20:36 WIB
JAKARTA - Hasil penelitian terbaru mengungkapkan virus corona mampu berkembang 10 kali lipat dalam tiga hari dan bisa menginfeksi otak.

Dikutip dari detikhealth, penelitian yang berada di bawah tinjauan sejawat di jurnal Altex, tetapi belum dipublikasikan itu, melihat efek neurologis potensial dari Covid-19.

Para peneliti menyuntikkan virus ke otak buatan di laboratorium, dikembangkan dari sel induk manusia, demikian laporan Financial Times.

''Sangat penting untuk mengetahui bahwa organ kita yang paling berharga dapat secara langsung dipengaruhi oleh virus Corona,'' kata Thomas Hartung, seorang profesor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dikutip dari New York Post.

Hartung dan timnya menemukan, begitu virus corona memasuki neuron di otak buatan, virus corona mereplikasi dirinya sendiri.

Namun, penelitian itu tidak dapat membuktikan apakah virus dapat melewati sawar darah otak yang mampu melindungi organ terhadap banyak virus, bahan kimia, serta sering mencegah infeksi. Meskipun otak buatan di laboratorium memiliki kemiripan dengan yang asli, mereka tidak memiliki penghalang darah otak.

''Apakah virus SARS-CoV-2 melewati penghalang, ini belum ditunjukkan, tetapi diketahui bahwa peradangan hebat, seperti yang diamati pada pasien Covid-19, membuat penghalang itu hancur,'' kata Hartung kepada media.

Lebih banyak penelitian tentang dampak neurologis virus, dapat memiliki implikasi penting untuk merawat pasien corona. Jika virus corona menginfeksi otak, obat-obatan tertentu tidak akan efektif karena beberapa tidak dapat melewati penghalang darah. ***

Editor:hasan b
Sumber:detikhealth
Kategori:Kesehatan
wwwwww