Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
3
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Home  /  Berita  /  Parlemen

Iuran BPJS Naik, Zainuddin: Gejala Birokrasi Tak Lagi Visioner

Iuran BPJS Naik, Zainuddin: Gejala Birokrasi Tak Lagi Visioner
Ilustrasi: Ist./bisnis.com
Rabu, 20 Mei 2020 19:06 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki, mengkritisi kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diputuskan pemerintah, setelah kenaikan iuran sebelumnya sudah dibatalkan Mahkamah Agung.

Dalam keterangan tertulis pada wartawan, Rabu (20/5/2020), Zainuddin menilai, fenomena kenaikan iuran ini-terlebih kenaikan kedua terjadi di tengah masa pandemi-sebagai gejala birokrasi yang tak lagi visioner.

"Pemerintah tak merasa salah, karena disiapkan subsidi untuk PBPU dan BP," kata Zainuddin.

Kendati mereka ini bersubsidi, kata Zainuddin, namun tahun depan kelas III pasti harus membayar kenaikan iuran itu, karena pemerintah mengurangi jumlah subsidinya. "Dengan iuran Rp 25.500 tanpa kenaikan, banyak keluarga yang merasakan kesulitannya, tidak terbayang bagaimana kesulitan mereka jika terkena kenaikan,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, Kampus, Parlemen
wwwwww