Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Haris Azhar: Penyerang Novel Baswedan dengan Penyerang Almarhum Munir Ada Kemiripan

Haris Azhar: Penyerang Novel Baswedan dengan Penyerang Almarhum Munir Ada Kemiripan
Senin, 30 Desember 2019 11:40 WIB

JAKARTA - Pegiat Hak Asasi Manusia, Haris Azhar, melihat ada kemiripan motif pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan dan Munir Said Talib. Haris mengatakan pelaku dalam kedua perkara ini sama-sama menuding korbannya sebagai pengkhianat.

"Kasus pembunuhan Munir juga begitu, di dakwaan menyebut Munir sebagai pengkhianat negara," kata Haris Azhar.

Anggota tim advokasi Novel Baswedan ini menuturkan alasan korban adalah pengkhianat negara biasa digunakan pelaku yang ingin pasang badan menutupi aktor intelektual dibalik peristiwa.

Dia mengatakan dalih ini biasa terjadi dalam kasus kejahatan yang dilakukan oleh aktor negara. "Saya pribadi meragukan dua orang ini adalah bagian dari kejahatan terhadap Novel atau KPK, itu motif yang biasa diutarakan kalau negara melakukan kejahatan terhadap warganya," kata dia.

Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini meminta polisi mendalami motif pelaku penyerangan. Dia meminta aktor intelektual di balik serangan Novel juga diungkap.

Menurut investigasi koalisi masyarakat sipil, kata dia, ditemukan indikasi bahwa teror Novel masih berkaitan dengan teror lainnya kepada pegawai KPK.

"Aneh sekali kalau ini motif pribadi," kata dia.

Sebelumnya, kata-kata pengkhianat diutarakan oleh salah satu polisi terduga penyerang Novel Baswedan saat digelandang dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Sabtu, 28 Desember 2019. Saat digelandang ke mobil tahanan, salah satu pelaku berinisal RB itu mengatakan Novel adalah pengkhianat. "Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ujar RB dengan nada tinggi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww