Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
23 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
23 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Ibu Kota ke Kalimantan, Fahri Sentil Orang Sekitar Jokowi

Soal Ibu Kota ke Kalimantan, Fahri Sentil Orang Sekitar Jokowi
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Foto: Zul/GoNews)
Jum'at, 16 Agustus 2019 18:35 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, secara terbuka meminta izin untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah sentil orang sekitar Jokowi.

"Sudahlah, Pak Jokowi ini jangan dikasih input yang tidak matang!" ujar Fahri di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (16/08/2019).

Fahri mengaku, dirinya sudah membaca riset pemerintah soal pemindahan Ibu Kota tersebut. Katanya, "itu risetnya Bappenas dangkal betul,".

Alih-alih memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan, Fahri berpendapat lebih tepat jika pemerintah memperkuat daerah dengan membentuk daerah-daerah otonomi baru

"Sekarang ruang dan waktu sudah enggak ada gunanya, karena semua bisa digunakan secara digital," kata Fahri.

Beberapa saat sebelumnya, Jokowi meminta ijin pada segenap tokoh dan rakyat Indonesia untuk memindahkan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Kalimantan.

Permintaan Jokowi itu, disampaikan di penghujung pidatonya dalam gelaran Rapat Bersama antara DPR dan DPD RI tahun 2019 di Nusantara I.

Jokowi berdalih, pemindahan Ibu Kota dimaksudkan untuk mendorong visi pemerintahan jilid II-nya yang disebut Visi Indonesia Maju.

wwwwww