Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Jenderal Andika yang Pertahankan Enzo Zenz Allie

Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Jenderal Andika yang Pertahankan Enzo Zenz Allie
Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin Juraid. (dok. Pribadi)
Selasa, 13 Agustus 2019 19:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kebijakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa yang mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil) Magelang adalah kebijakan rasional dan perlu dihormati oleh semua pihak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin Juraid, kepada GoNews.co melalui pesan Whatsapp, Selasa (13/8/2019) malam.

"Kami berharap polemik yang mengarah pada kekhawatiran, kecurigaan ataupun tuduhan terhadap Enzo Zenz harus segera diakhiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menilai, Keputusan Jenderal Andika tersebut, disamping menepis tuduhan sebagian kalangan bahwa TNI kecelongon, juga telah mengembalikan harkat Enzo dan keluarganya.

"Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa tidak boleh sembarangan kita menuduh seseorang sebagai radikalis-teroris hanya karena memegang bendera Tauhid," tegasnya.

"Kami percaya ketelitian TNI dalam menerima dan menyeleksi seseorang untuk dapat diterima sebagai anggota TNI, dan keputusan Jenderal Andika tetap mempertahankan Enzo sebagai Taruna di Akmil telah melalui serangkaian penelitian dan kajian yang mendalam secara holistik," timpalnya.

Namun, demikian kata Razikin, pihaknya tetap mendukung penuh, agar TNI juga tetap waspada dan terus bersiaga dalam menjaga keutuhan NKRI serta mewaspadai kebangkitan kekuatan-kekuatan yang berpotensi mengganggu dasar dan idiologi bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa bersikukuh, untuk mempertahankan Enzo Zenz Allie (18) sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil).

Meskipun, Enzo sempat viral di media sosial karena dituding terafiliasi dengan ormas terlarang di Indonesia. Namun demikian kata dia, Enzo dalam penilaian seleksi calon taruna (Catar) Akmil mendapatkan nilai yang cukup baik.

"Kami lakukan (penilaian) pada Sabtu dan Minggu. Kesimpulan Enzo dilihat dari indeks moderasi bernegara memiliki nilai 84 persen. Jadi indeks moderasi keberagaman cukup bagus. Angkatan darat mempertahankan Enzo," ujarnya saat jumpa pers di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (13/08/2019).

Andika juga memastikan, pihaknya tidak akan berhenti pada penilaian awal. Nantinya, Enzo akan tetap dinilai selama menjalani pendidikan di Akmil empat tahun mendatang.

Namun demikian penilaian terhadap calon perwira ada masa tahap pendidikan, maka selama empat tahun itu pula penilaian berlaku. Tidak semuanya berhasil. 2014 ada tiga orang ada taruna Akmil yang di DO (Drop Out). Kemudian 2015 ada satu orang. 2018 ada 5 orang," tuturnya.

Andika juga berharap agar seluruh taruna Akmil yang sedang menempuh pendidikan bisa menjadi seorang prajurit TNI yang mampu menjaga keutuhan NKRI.***

wwwwww