Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hidayat Nur Wahid Sebut Politik bisa Menghadirkan Kemaslahatan

Hidayat Nur Wahid Sebut Politik bisa Menghadirkan Kemaslahatan
Selasa, 29 Mei 2018 20:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menolak keras stigma Islam adalah teroris. Karena menurutnya, Islam sangat menghormati tempat ibadah agama apapun, menganjurkan umatnya bersilaturrahmi. Termasuk menyelenggarakan buka puasa bersama.

"Mana mungkin ada agama yang menganjurkan silaturrahim, salat berjamaah dan buka puasa bersama tetapi menganjurkan terorisme. Tuduhan itu sangat keji, yang datang dari musuh-musuh agama Islam", kata Hidayat.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, saat memberikan sambutan sebagai tuan rumah buka puasa bersama dengan alim ulama se Jakarta Selatan di rumah dinasnya, Selasa (29/5).

Tahun 2018, ini kata Hidayat adalah tahun politik. Tahun 2019, adalah tahun politik yang lebih besar. "Sudah waktunya umat Islam membuktikan bahwa politik itu bisa menciptakan kebaikan," paparnya.

Contohnya kata dia, adalah politik Jakarta, yang bisa menghadirkan pemimpin yang baik, bisa memimpin salat berjamaah, memberikan kultum dan memberi contoh-contoh yang baik.

"Dengan politik kita bisa menghadirkan pemimpin yang pro terhadap masyarakat. Pemimpin yang bisa menghadirkan kebaikan. Tanpa tanda tangan, Alexis bisa bubar dengan sendirinya, sehingga umat Islam tidak perlu melakukan demo menentang kemungkaran", kata Hidayat.

Karena itu, Hidayat berharap umat Islam tidak anti politik. Sebaliknya, umat Islam harus terlibat dalam politik dan ikut menentukan arah masa depan bangsa melalui keterlibatannya dalam dunia politik.

"Kalau umat Islam bersatu, kita bisa kalahkan pemimpin yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk oleh pengusaha dan media masa. Kalau kita tercerai, maka yang akan mengambil untung adalah kelompok-kelompok kebatinan," pungkasnya.***

wwwwww