Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
18 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Waduh... Puluhan Warga Bogor Keracunan Keong Sawah

Waduh... Puluhan Warga Bogor Keracunan Keong Sawah
Minggu, 27 Mei 2018 01:54 WIB
BOGOR - Sebanyak 62 orang warga Kampung Sawah Kota Bogor menderita keracunan tutut alias keong sawah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan peristiwa keracunan tutut atau keong sawah di Kota Bogor merupakan kejadian luar biasa (KLB).

"Iya keracunan warga RW 7, dari RT 1 - RT 5, mudah-mudahan tidak bertambah, karena tadi pagi masih bertambah. Kita sudah melayani semaksimal mungkin kita tangani kalau bisa ditangani di puskesmas dirawat di puskesmas, kalau perlu rujukan kita rujuk," katanya saat mengunjungi pasien korban ke racunanan di RSUD Kota Bogor, Sabtu (26/5/2018).

Untuk mengetahui indikasi dan dugaan penyebab keracunan, Dinkes Kota Bogor pun mengambil beberapa sample.

Nantinya sample tersebut akan diuji lab untuk mengetahui penyebab keracunan massal di Kampung Sawah.

"Dugaan sementara kita masih mencari tahu, tim lagi turun ke lapangan, tim sedang mengambil sample-sample, BAB, keong di rumah penjual, sample air, karena kita juga tidak bisa mengabaikan kandungan air bersihnya," katanya.

Rubeah menjelaskan, tutut atau keong merupakan makanan yang memiliki protein yang tinggi.

"Tutut itu makanan yang mengandung protein yang tinggi, jadi setelah diolah tidak boleh dikonsumsi lebih dari enam jam, kalau lebih dari enam jam itu sudah beracun," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww