Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Sambal Lokan, Warisan Kuliner Turun Temurun yang Laris Manis Saat Ramadan

Sambal Lokan, Warisan Kuliner Turun Temurun yang Laris Manis Saat Ramadan
Minggu, 27 Mei 2018 02:16 WIB
MUKOMUKO - Keberadaan sambal lokan sebagai kuliner warisan turun-temurun di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ternyata tidak hanya diminati masyarakat setempat tetapi juga warga luar daerah, terutama saat Ramadan.

Seorang pemilik usaha sambal lokan di Kabupaten Mukomuko, Oswari mengatakan, sambal lokan atau dalam bahasa daerah itu samba lokan diminati oleh warga dari sejumlah provinsi yang ada di Indonesia.

"Pembeli sambal lokan ini berasal dari berbagai provinsi, yakni dari Kota Bengkulu, Jakarta, Palu, Lampung, Surabaya, Padang dan berbagai provinsi lain," ujarnya di Mukomuko, Kamis, 24 Mei 2018, dilansir Antara.

Ia menyatakan, meskipun pengirimannya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari perjalanan darat, sambal lokan ini tidak rusak karena bisa bertahan selama 10 hari di luar kulkas. Sementara bila disimpan di dalam kulkas, menu berbahan dasar kerang ini bisa bertahan selama lebih dari 10 hari.

Ia mengatakan, pada hari biasa, tempat usahanya itu rutin memproduksi sebanyak 20 kilogram makanan yang rasanya mirip rendang itu. Saat bulan puasa sekarang ini tempat usahanya memproduksi sebanyak 40 kilogram per hari, atau meningkat 100 persen.

Harga sambal lokan itu sejak dua tahun terakhir ini sebesar Rp 140.000 per kilogram, atau mengalami kenaikan Rp 20.000 per kg. Kenaikan harga jual sambal dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Meski begitu, minat warga atas sambal lokan tidak berkurang signifikan. Apalagi, rasa makanan tradisional itu dari dulu sampai sekarang dijaga agar tetap sama. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww