Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
23 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
23 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
5
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
6
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hari Ini, Polda Metro Gelar Diskusi Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme

Hari Ini, Polda Metro Gelar Diskusi Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme
Diskusi Penanggulangan aksi terorisme Polda Metro Jaya. (GoNews.co/Karundeng).
Jum'at, 25 Mei 2018 15:50 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Bidang Hukum Polda Metro Jaya hari ini menggelar acara Diskusi anti Terorisme dan Radikalisme bertajuk "Upaya Penanggulangan dan Penegakkan Hukum terhadap Tindak Pidana Terorisme" di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Kamis (24/5/2018).

Ansyaad Mbai pengamat teroris dan mantan kepala BNPT pada kesempatan itu menyampaikan, Radikalisme sebagai embrio lahirnya terorisme merupakan pemahaman yang keliru terhadap agama yang dianut.

"Radikalisme itu embrio lahirnya terorisme dan cenderung menganggap dirinya yang paling benar dan orang lain pasti salah," katanya.

Menurut Ansyaad pemahaman radikal cenderung tidak menghargai orang lain bahkan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Karena orang itu mempunyai keyakinan sendiri dan fanatik dalam arti negatif dan selalu menganggap dirinya selalu benar," ujarnya.

Ia menambahkan, paham radikal bukanlah kesalahan agama tertentu tetapi radikalisme muncul dari adanya permasalahan yang komplek dalam masyarakat yang majemuk dan heterogen seperti di Indonesia.

"Untuk menangkalnya, semua elemen bangsa harus paham dengan Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya.

Ia menegaskan, Radikalisme merupakan embrio dari lahirnya terorisme dan Terorisme merupakan orang atau sekelompok orang yang secara sengaja melakukan tindakan kekerasan sehingga menimbulkan rasa takut ,kengerian dan kekejaman dengan dalih untuk mengganti idiologi pancasila.

"Masyarakat, aparat penegak hukum tidak boleh takut menghadapi teroris. Jika aparat takut maka tujuan mereka akan tercapai menimbulkan rasa takut," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww