Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

KONI Pusat Gagal Selamatkan Tenis Meja, Mantan Wakapolri Ini Minta Tahir Segera Mundur

KONI Pusat Gagal Selamatkan Tenis Meja, Mantan Wakapolri Ini Minta Tahir Segera Mundur
Senin, 21 Mei 2018 01:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Demi menegakkan hukum dan juga menyelamatkan tenis meja dari kondisi yang lebih parah, Oegroseno bersedia hadir  dalam sidang Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori).

Dia tampil sebagai saksi dalam sidang persengketaan babak baru perpecahan tenis meja nasional setelah digelarnya Munaslub PTMSI oleh KONI Pusat yang memilih Dato’ Sri Tahir sebagai Ketua Umum.

"Saya ini Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) yang sah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung RI yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal itu juga sudah diakomodir dalam pertemuan dan surat mandate dari Menteri Pemuda Dan Olahraga. Namun KONI Pusat memanipulasi dengan menggelar Munaslub sendiri tanpa mengundang saya sebagai Ketua PP PTMSI," ujar Oegroseno usai menjadi saksi dalam sidang Baori di Lantai 11 Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, baru-baru ini. 

Berbincang dengan para wartawan, Oegroseno menjelaskan, dirinya ditanya tentang posisinya sebagai Ketua Umum PP PTMSI sudah berakhir tahun 2017. Namun dia menerangkan, jabatannya sudah diperpanjang melalui Munas PP PTMSI sesuai dengan amanat surat dari Menpora.

Karena itu, dirinya tetap sah sebagai Ketua Umum PP PTMSI dan yang paling berhak memberikan mandat kepada perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) PP PTMSI yang hadir di Munaslub yang seharusnya digelar oleh KONI Pusat bersama PP PTMSI.

"Tapi KONI Pusat tidak pernah mengundang saya. Kemudian saya tidak pernah mengeluarkan mandat untuk perwakilan Pengprov PP yang hadir di Munaslub. Jika ada yang datang itu tidak sah. Saya akan melaporkan ke polisi Pengprov itu karena sudah memanipulasi surat mandat PP PTMSI," ujar mantan Wakapolri itu.

Dari kondisi itu, Oegroseno melihat, Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) PTMSI oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat tidak sah.

Apalagi kemudian dari pihak Pengurus Besar (PB) PTMSI juga muncul ketidak puasan atas pelaksanaan Munaslub yang memilih Tahir sebagai Ketua Umum. Tampak jelas KONI Pusat selain gagal mengakhiri dualisme kepengurusan PTMSI juga menambah runyam kondisi tenis meja di Tanah Air.

Seperti diketahui, Oegroseno hadir sebagai saksi di Baori dalam sidang gugatan Pengprov Sulawesi Utara dari PB PTMSI yang  menggugat pelaksanaan Munaslub PTMSI oleh KONI Pusat.

Pengprov Sulut menilai Munaslub itu selain cacad hukum juga gagal menyatukan dua kubu PTMSI sehingga Tahir seharusnya mundur sesuai janjinya jika gagal menyelesaikan dualisme kepengurusan PTMSI.

"Jelas KONI Pusat telah gagal. Tahir harusnya mundur karena dipilih dalam Munaslub cacad hukum dan penuh manipulasi. Melihat hal ini sebaiknya pemerintah melalui Mentri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) turun tangan mengambil alih. Ini harus segera dilaksanakan agar tidak mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia," kata Oegroseno.

Dia siap mendukung jika Menpora mengambil alih dengan menggelar rekonsiliasi tenis meja  nasional. Menpora tampil terdepan dan KONI Pusat hanya mendukung. Bila KONI Pusat tidak bersedia maka lembaga itu bisa dianggap mengganggu program pemerintah dalam menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018. 

"Ini mengganggu stabilitas nasional.  Persiapan tim tenis meja ke Asian Games yang sudah diputuskan pemerintah dilaksanakan PP PTMSI mulai diganggu oleh pihak Tahir dengan adanya surat permintaan mengganti personil pelaksana. Bagaimana ini bisa disetuji KONI Pusat padahal saya selaku Ketua Umum PP PTMSI diakui pemerintah dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) serta juga Federasi Tenis Meja Internasional dan Asia juga mendukung saya," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww