Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketua DPR Ajak SOKSI Ikut Tangkal Paham Radikalisme

Ketua DPR Ajak SOKSI Ikut Tangkal Paham Radikalisme
Minggu, 20 Mei 2018 21:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pada dasarnya tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan radikalisme ataupun terorisme.

Tindakan teror yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, sama sekali bukan karena adanya pengaruh ajaran agama tertentu. Melainkan karena polah manusia, baik individu maupun golongan, yang bersifat radikal dan tak menginginkan adanya kedamaian.

"Tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan radikalisme, kebencian serta permusuhan. Yang ada adalah orang radikal yang memeluk agama tertentu. Jadi bukan salah agamanya, melainkan salah orangnya. Terlebih ajaran Islam yang merupakan rahmatan lil 'alamin," ujar Bamsoet saat menghadiri acara buka puasa sekaligus memperingati HUT Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) ke-58, di Jakarta, Minggu malam (20/05/18).

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga keluarga dan lingkungannya dari ajaran radikalisme dan terorisme. Jangan sampai orang-orang berfaham radikal diberikan ruang gerak yang leluasa sehingga bisa mempengaruhi orang lain melakukan tindakan radikal ataupun teror dengan mengatasnamakan agama. 

"SOKSI sebagai organisasi pekerja seluruh Indonesia harus mampu melawan paham radikal yang berkembang di masyarakat. Dengan mengedepankan semangat kebangsaan dan melakukan kegiatan keagamaan secara baik dan benar, saya yakin SOKSI akan menjadi lentera kehidupan masyarakat," terang Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan bahwa orang-orang radikal tak akan puas sampai tujuannya tercapai. Karena itu, semua pihak harus waspada. Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat, jika melihat orang atau kelompok yang mencurigakan dan mengganggu ketenangan masyarakat.

"Kita perkuat solidaritas sampai ke lingkup terkecil di RT dan RW. Siskamling harus digalakan lagi. Masyarakat jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun RT dan RW setempat jika ditemukan adanya orang atau kelompok yang meresahkan. Dengan demikian kita akan tutup pergerakan orang-orang radikal ini sampai ke lingkup yang terkecil," tandas Bamsoet.

Bamsoet menegaskan tidak rela jika kemerdekaan yang telah susah payah dicapai diganggu oleh tingkah orang-orang radikal yang tak bermoral. Apalagi sampai menggangu kerukunan antar umat beragama.

"Kita telah buktikan sejak masa perjuangan pra kemerdekaan, kehidupan antar umat beragama selalu hidup rukun. Bahkan kita sama-sama berjuang melawan penjajah. Jika sekarang orang-orang radikal ini ingin mengganggu kehidupan Bangsa Indonesia, kita semua harus berani melawan. Mari kita terus ciptakan keharmonisan hidup di bumi Ibu Pertiwi," pungkas Bamsoet.***

wwwwww