Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
22 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
22 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fahri Hamzah Akan Tentang Habis Jika Pilpres Hanya Ada Calon Tunggal

Fahri Hamzah Akan Tentang Habis Jika Pilpres Hanya Ada Calon Tunggal
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, usai melaporkan Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya. (istimewa)
Kamis, 08 Maret 2018 21:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri dengan tegas akan menentang keras apabila Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, hanya ada calon tunggal.

"Kalau ada yang inginkan itu cuma 1 tiket, melawan kotak kosong gitu. Yang pasti saya akan tentang habis-habisan siapa pun dia," tegas Fahri kepada wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (8/3).

Kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), untuk apa bangsa ini berdemokrasi, kalau pada akhirnya calon tunggal yang tidak boleh diuji kualitasnya.

"Saya menginginkan adanya poros baru sebagai capres alternatif di Pilpres 2019. Makanya, saya ingin itu porosnya banyak supaya kontestasi idenya itu lebih beragam. Alternatif pikiran yang ditawarkan kepada masyarakat itu lebih beragam," ujarnya seraya berharap partai-partai politik harus saling membangun komunikasi politik sebagai awal penjajakan koalisi.

Ditanya soal kemungkinan rematch alias tanding ulang antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto pun terbuka lebar, Fahri lebih cenderung mendukung Prabowo dalam laga Pilpres mendatang.

"Tentu saya ini kalau secara ideologis, ya saya masih sebaris dengan pandangan-pandangan Pak Prabowo. Meskipun tidak fix sepenuhnya 100 persen,” katanya.

Alasan Fahri karena Prabowo adalah sosok yang patut untuk menjadi presiden. Apalagi, pemikiran-pemikiran Ketua Umum Gerindra itu memiliki pandangan yang visioner tentang pembangunan.

“Saya masih melihat ketokohan beliau (Prabowo) yang relatif ide-idenya masih bisa diperjuangkan, apalagi dengan koalisi yang tidak pernah berubah," imbuhnya.

Sikap-sikap Prabowo menurut Anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, yang relatif konsisten, dalam Pilkada DKI, dalam pandanganya terhadap pembangunan.

"Nah, prediksi saya apabila terjadi pertarungan ulang antara Jokowi dengan Prabowo, maka yang keluar sebagai pemenang dan menjadi presiden adalah Prabowo,” ucap Fahri Hamzah. ***

wwwwww