Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  Parlemen

Kritik Konflik Papua, DPR: Pemerintah Jangan Cuma Urus Pembangunan Saja, Keamanan Juga Penting

Kritik Konflik Papua, DPR: Pemerintah Jangan Cuma Urus Pembangunan Saja, Keamanan Juga Penting
Ilustrasi. (net)
Minggu, 12 November 2017 20:20 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta meminta kepada pemerintah pusat agar menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan aspek kebudayaan yang ada di seluruh pelosok tanah air.

Hal tersebut untuk menghindari konflik yang kerap terjadi, seperti halnya di tanah Papua yang hingga saat ini tak kunjung usai.

"Ini tentang kesejahteraan dan pemerintah jangan cuma menggelontorkan dana yang besar dengan otonomi khusus. Tapi juga bagaimana agar dana yang besar bisa tepat sasaran serta pembangunan harus berbasis budaya masyarakat setempat," ucap Sukamta kepada wartawan, Sabtu (11/11/2017) kemarin.

Khusus untuk wilayah Papua yang kerap menimbulkan konflik, ia menilai aspek kebudayaan serta kesejahteraan dalam pembangunan sangat penting. Sebab, jika pembangunan hanya menyasar infrastruktur semata, justru bisa menjadi 'buah simalakama' bagi Papua itu sendiri.

"Jangan sampai upaya pembangunan menimbulkan ketegangan budaya di masyarakat. Kita ingin masyarakat Papua makin puas dengan pembangunan sehingga makin kokoh ikatannya terhadap NKRI, kemanan juga penting," lanjut politikus PKS ini.

Terbaru, ribuan warga yang bekerja sebagai pendulang di wilayah Distrik Tembagapura, disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Tercatat, sebanyak 1.300 warga yang terdiri dari seribuan warga asli dan 300 warga non-Papua menjadi sandera para kelompok tersebut. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:krikom.
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Cendekia, Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww