Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kisruh Liga Indonesia, Sekjen PSSI Minta Bayangkara FC Tak Buru-buru Dinobatkan Sebagai Juara

Kisruh Liga Indonesia, Sekjen PSSI Minta Bayangkara FC Tak Buru-buru Dinobatkan Sebagai Juara
Sekjen PSSI, Ratu Tisha.(bola.net)
Sabtu, 11 November 2017 11:49 WIB
JAKARTA - Sekretatis Jenderal PSSI, Ratu Tisha, tak mau Bhayangkara FC terburu-buru dinobatkan sebagai juara Liga 1. Sebab, kompetisi masih belum benar-benar tuntas.

BFC dinobatkan sebagai juara di kompetisi Liga 1 musim 2017 setelah memenangi laga melawan Madura United dengan skor 1-3 pada pekan ke-33 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (8/11/2017). Kemenangan itu membuat poin BFC menjadi 68 dan tak mungkin dikejar oleh Bali United yang ada di posisi kedua.

Akan tetapi, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator menganggap BFC belum resmi menjadi juara Liga 1 karena masih harus menunggu proses investigasi laga Mitra Kukar kontra BFC. Tisha juga mengutarakan bahwa tim berjuluk The Guardian itu memang belum waktunya disebut juara karena kompetisi belum selesai.

"Yang namanya juara di satu kompetisi penuh itu dilansirkan setelah seluruh pertandingan di seluruh lini selesai. Tidak bisa ada statement itu," ujar Tisha di Kantor PSSI di Jakarta, Jumat (10/11/2017) malam.

"Jadi statement belum juara itu bukan gara-gara Mitra Kukar dan Bali. Tapi kompetisi penuh itu maknanya kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan," tambah alumnus FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Tisha mengatakan selama kompetisi belum benar-benar selesai, maka masih ada sejumlah skenario yang mungkin terjadi. Jadi klaim juara harus ditunggu sampai kompetisi pekan ke-34 selesai digelar.

"Dalam pertandingan apapun bisa terjadi, bisa ada case berbagai macam yang menyebabkan apapun bisa terjadi di saat itu. Jadi kita tidak boleh mendeklarasikan apapun terkait kompetisi sebelum seluruh pertandingannya selesai, klasemen telah ditetapkan, itulah juara," tutur pendiri penyedia statistik sepakbola, LabBola ini.

"Jangan kita berspekulasi dulu, walaupun tidak mungkin dikejar secara poin. Tapi ini pertandingan sepakbola, sesuatu hal extreme bisa terjadi dan ada proteksi di dalamnya, ada kode disiplin, dan ada regulasi kompetisi. Jadi tidak bisa kita mendeklarasikan sesuatu sebelum seluruhnya berakhir. Kita tunggu sampai 12 November seluruhnya berakhir," tegas Tisha. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:bola.net
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww